SISTEM PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT BANK PAPUA)
MUHAMMAD RIDHWANSYAH PASOLO, Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., CMA.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi TerapanKeadaan lingkungan bisnis yang bergejolak membuat organisasi menjadi semakin inovatif dalam melakukan pembaharuan strategi dalam memenangkan pilihan customer. Hal ini berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh organisasi yang berada pada sektor publik. Dimana organisasi yang berada dalam sektor publik, tujuan utamanya bukan untuk mencari keutungan secara organisasi melainkan memberikan pelayanan publik yang baik bagi customernya, sesuai dengan lingkup organisasi yang dilakukan. Pengukuran kinerja merupakan salah satu strategi yang menjadi perhatian penting pada organisasi-organisasi bisnis juga mulai menjadi perhatian khusus pada organisasi sektor publik. Penelitian ini meneliti tentang bagaimana pengukuran kinerja dilakukan organisasi sektor publik dan menguji keberadaan teori intitusional isopormisme terhadap pengukuran kinerja organisasi pada Bank Pemerintah Daerah, khususnya PT Bank Papua. Penelitian ini menggunakan mix method yang menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Alat analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square dan dikombinasikan dengan hasil wawancara. Penelitian ini dilakukan pada kantor pusat PT. Bank Papua dan yang menjadi responden adalah para manajer level strategik dan manajerial. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa, pelaksanaan pengukuran kinerja pada PT Bank Papua mengadopsi pengukuran kinerja Balanced scorecard untuk mendapatkan keakuratan pengukuran. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat institusional isopormisme pada pelaksanaan pengukuran kinerja pada PT, Bank Papua, khususnya mimmetic isopomisme.
State of turbulent business environment makes the organization become more innovative in revision of the strategy in winning the customer choice. This is in contrast with the situation faced by organizations that are in the public sector. Where is the organization within the public sector, its main purpose is not to look profit for an organization but provide good public service for its customers, in accordance with the scope of the organization which carried out. Performance measurement is one of the strategies of critical concern to the business organizations also began to be of particular concern to public sector organizations. This study examines how performance measurement and public sector organizations to test the existence of institutionally isopormisme theory on organizational performance measurement at the Local Government Bank, particularly PT Bank Papua. This study used a mixed method that combines qualitative and quantitative research. Data analysis tool used is Partial Least Square and combined with the results of the interview. This research was conducted at the headquarters of PT. Bank of Papua and that the respondents were managers of strategic and managerial level. The results of this research lead to the conclusion that, the implementation of performance measurement in PT Bank Papua adopt a Balanced Scorecard performance measurement to obtain measurement accuracy. In addition, the results showed that there were institutional isopormisme on the implementation of performance measurement in PT, Bank of Papua, especially mimmetic isopomisme.
Kata Kunci : Pengukuran kinerja, Teori institusional, Pengukuran kinerja sektor publik