Laporkan Masalah

A STUDY ON VISUAL POLLUTION CAUSED BY OUTDOOR ADVERTISEMENTS IN MALIOBORO AREA OF YOGYAKARTA CITY: LEARNING FROM KYOTO CITY LANDSCAPE POLICY

RETNO ENDRASTUTI, Prof.Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Iklan luar ruang merupakan bagian elemen cityscape yang berperan penting dalam mendukung kualitas visual landscape perkotaan dan mempengaruhi sense of place. Perkembangan kawasan Malioboro di Yogyakarta sebagai distrik perdagangan sekaligus sebagai kawasan cagar budaya cenderung berpotensi tinggi mengalami kondisi polusi visual, karena sebagian besar fasad bangunan tertutup oleh papan nama toko yang merupakan jenis iklan luar ruang. Hal ini menimbulkan kontroversi, dampak dan berbagai konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi polusi visual, menggali indikator-indikator polusi visual dari perspektif ahli perkotaan dan mengambil pelajaran dari Kyoto City Landscape Policy yang salah satu bagiannya mengatur tentang iklan luar ruang. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian campuran (mixed-methods) yang mengkombinasikan antara pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dan analisis kualitatif dilakukan melalui wawancara untuk menggali indikator polusi visual. Sedangkan pengumpulan data dan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan skala bedaan semantik untuk mengetahui kondisi polusi visual, serta observasi lapangan untuk mengukur rasio visibilitas area dengan analisis tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan kelompok ahli memiliki persepsi negatif yang sama terhadap polusi visual dengan kondisi cenderung buruk. Berdasarkan hasil wawancara, kelompok ahli mempersepsikan indikator polusi visual yang disebabkan iklan luar ruang antara lain iklan yang tidak beraturan, desainnya tidak bagus secara estetika, penempatannya tidak sesuai dengan kaidah estetika, mengganggu secara visual muka bangunan, menutupi fasad bangunan, terlalu mendominasi, dan tidak harmonis dengan bangunan atau pun tema kawasan. Persentase rasio visibilitas iklan luar ruang berdasarkan model tiga dimensi dari kondisi di lapangan dan rekomendasi menunjukkan penurunan dari 7,23% menjadi 5,63%. Dengan demikian apabila kriteria pemasangan iklan luar ruang yang telah ditentukan oleh kebijakan benar-benar diterapkan dan dipatuhi, maka akan dapat membantu menurunkan polusi visual.

Outdoor advertisements is a part of cityscape elements that have important role in supporting visual quality of urban landscape and influence sense of place in urban space. The development of Malioboro Area in Yogyakarta City as a commercial district all at once as a heritage area tend to have a high potential of visual pollution condition because of many building facades are covered by storefront signs as a kind of outdoor advertisements. It caused much controversy, impacts and different interests conflict. This study aims to investigate visual pollution condition, exploring the visual pollution indicators from the urban expert‟s perspectives and take a lesson learning from Kyoto City Landscape Policy, which one of its chapter regulates about outdoor advertisements. This study used mixed-methods methodology that combining both quantitative and qualitative research approach. Qualitative data collection and analysis were done through interviews to probe the visual pollution indicators. Moreover, quantitative data collection and analysis were done by using semantic differential-scale to know the visual pollution condition and fieldwork observation to measure the ratio of visibility area by three-dimensional analysis. The study found that the experts group have the same negative perception on perceive of visual pollution as severe condition. Based on interviews, expert groups perceived the visual pollution indicators caused by outdoor advertisements such as outdoor advertisement which is irregular, not aesthetically good design, the placement does not conform to aesthetics rules, visually impaired or interfere appearance of the building, covering the building facade, too dominate and not in harmony with the building or area theme. The percentage of outdoor advertisements visibility ratio based on three-dimensional existing and recommendation model analysis were decreased from 7,23% to 5,63%. So that, if the outdoor advertisements installation criteria that have been determined by the policies is actually implemented and adhered to, then it would be able to decrease the visual pollution.

Kata Kunci : iklan luar ruang, polusi visual, persepsi, Malioboro, Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.