Laporkan Masalah

SEPAK TERJANG SETAN DARAT DAN HANTU LAUT Studi Kasus Jaringan Penyelundupan Bahan Bakar Minyak di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

THEODORUS KANISIUS H, Drs., M.A., M.Psi., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Psikologi

Fenomena penyelundupan BBM di perbatasan Indonesia-Timor Leste merupakan kondisi sosial yang sudah berlangsung lama yang memiliki kaitan dengan perilaku menyimpang dalam organisasi. Penyelundupan terjadi dengan alasan ekonomi meskipun bertentangan dengan hukum yang berlaku. Perbandingan harga bahan bakar minyak antara Indonesia dan Timor Leste menjadi faktor utama mengapa banyak oknum di daerah perbatasan memilih untuk terlibat dalam bisnis ilegal, seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Kolay (2012) bahwa perbandingan nilai jual suatu barang antar kedua negara dapat memicu perdagangan ilegal. Sebagai studi psikologi fokus utama dari penelitian ini adalah perilaku jaringan khususnya pada level kelompok. Terdapat kerjasama antara para pemain dan aparat dalam bentuk jaringan penyelundupan. Fenomena ini dianalisis dalam kerangka teori perilaku organisasi, perilaku menyimpang dalam organisasi, jaringan organisasi dan jaringan penyelundupan yang diteliti dalam sebuah studi kasus di perbatasan Indonesia- Timo Leste. Penelitian ini menemukan terdapat dua area penyelundupan yakni jalur darat dan jalur laut dengan karakteristik jaringannya masing-masing. Perilaku dalam jaringan dianalisis dalam tiga tingkatan yakni proses terbentuknya jaringan, pengembangan jaringan dan evaluasi jaringan. Dinamika trust merupakan faktor kunci dalam jaringan karena setiap kelompok memiliki peran yang sama di mana terdapat perilaku ketergantungan berurutan. Simpul dalam penelitian ini adalah pengembangan jaringan dalam tiga fase penting yakni level individu, kelompok dan organisasi. Dalam perilaku penyelundupan BBM di perbatasan jaringan kelompok memiliki peran yang sangat penting. Kata Kunci: Deviant behavior, organizational network, network development, group behavior, trust, smuggling behavior.

Fuel smuggling phenomenon on Indonesia-East Timor border longstanding cause deviant behavior in an organization context. Smuggling occurs with economic reasons though contrary to applicable law. Comparison of fuel prices in Indonesia and East Timor became the main factor why the border choose to engage in illegal business, such studies that have been done by Kolay (2012) that the comparison values sales of goods between of both countries may triggered illegal trade. .As a psychological studies the main focus of this research is network behavior especially in group level. There are cooperation among the players with the officers at the border. The analyzed of this phenomenon within the organizational behavior theory, organization misbehavior, network organization and network smuggling in crossborder based on the case studies conducted in the borderline. Research indicates there are two areas of smuggling; the landline networks and the ocean networks with their characteristics behavior. Network behavior formed on three levels; individuals, groups and organizations are analyzed from the process of network establishment, development and network evaluation. The dynamics of trust is the key factor in the network groups because every group has a equal role as the supporting of others which is called sequential interdependence. The dynamics of trust then establish a psychological contract in groups level. Node in this research is the development of the network in three important phases namely the formation phase, development phase and evaluation phase. The impact of smuggling behavior for the player can be observered from the rising economic behavior although contrary in the psychology welfare. Keywords: Deviant behavior, organizational network, network development, group behavior, trust, smuggling behavior.

Kata Kunci : Deviant behavior, organizational network, network development, group behavior, trust, smuggling behavio


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.