PENDUGAAN EROSI DENGAN MODEL WEPP DAN PENENTUAN ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI KAYANGAN KABUPATEN KULON PROGO
RODEARMAN SARAGIH, Dr. Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S
2014 | Skripsi | S1 KEHUTANANSub DAS Kayangan mempunyai topografi yang bervariasi dan sebagian besar berada pada lereng yang agak curam. Kondisi ini menjadikan Sub DAS Kayangan memegang peran penting sebagai penyangga kehidupan bagi masyarakat sekitar dan juga ekosistemnya. Penggunaan lahan yang bervariasi diharapkan mampu memenuhi fungsi sub DAS ini. Namun, masyarakat seringkali memaksakan penggunaan lahan tidak sesuai dengan kaidah konservasi yang ada sehingga rawan terjadinya erosi dan kekritisan lahan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi dan perencanaan penggunaan lahan untuk meminimalkan erosi. Penelitian ini bertujuan menentukan arahan penggunaan lahan di Sub DAS Kayangan agar erosinya dapat diminimalkan dengan terlebih dahulu mengetahui karakteristik dan kemampuan lahan, mengetahui prediksi nilai erosi dan tingkat bahaya erosi. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan penggunaan lahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan satuan lahan. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan metode pengambilan sampel sesuai tujuan (purposive sampling). Model WEPP (Water Erosion Prediction Project) digunakan untuk menghitung nilai prediksi erosi. Arahan fungsi kawasan ditentukan dengan metode skoringmerujuk SK Menteri Pertanian nomor. 837 tahun 1980, Keptutusan Presiden nomor. 20 tahun 1990. Kelas kemampuan lahan ditentukan dengan metode matcing. Program linier dan analisis spasial digunakan untuk menentukan arahan penggunaan lahan optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan di Sub DAS Kayangan (3.665,39 ha) berupa kebun campur, pemukiman, sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan tegalan yang di dominasi penggunaan lahan kebun campur dengan luas 1.843,36 ha (49,8 %). Prediksi nilai erosi yang dihasilkan dengan komposisi penggunaan lahan tersebut adalah 81,530 ton/ha/tahun. Erosi yang diperbolehkan sebesar 25,65 ton/ha/tahun. Optimasi dilakukan untuk mendapat arahan penggunaan lahan optimal dengan tujuan meminimalkan erosi. Hasil optimasi diperoleh arahan sebagai berikut kebun campur seluas 310,29 ha, pemukiman dan pekarangan seluas 519,46 ha, sawah irigasi seluas 354,91 ha, sawah tadah hujan seluas 92,51 ha, dan tegalan seluas 2.388,32 ha. Dari hasil optimasi penggunaan lahan diatas menghasilkan prediksi erosi sebesar 39,57 ton/ha/tahun
Kayangan Sub-watershed has a varied topography and mostly located on a rather steep slope. This condition makes Kayangan sub-watershed an important role as a buffer of life for the surrounding community and its ecosystem. Land use is expected to meet the varied functions of this sub-watershed. However, people often do not impose the use of land in accordance with the principle of conservation so prone to erosion and land criticality. Therefore land use evaluation and planning is needed to minimize erosion. This research were aimed to determine optimal land use recommendation in Kayangan sub watershed in order to minimize erosion and beforehand was find out land characteristic, land capability, prediction erosion value, and erosion risk level. This research can be used as consideration in establish land use policy. Land units approach was used in this research. Sampel taken based on purposive samping method. Predicting erosion used WEPP (Water Erosion Prediction Project). Recommended area function analysis was determined with scoring method based SK Menteri Pertanian nomor. 837 tahun 1980, Keptutusan Presiden nomor. 20 tahun 1990. Land capability classification analysis was used to determine optimal land use recommendation. The result showed that land use in Kayangan sub watershed (3,665.39 ha) were mix garden, settlements, irrigated rice, rainfed rice, and non irrigated dry field. Land use was dominated by mixed garden with wide 1,843.36 ha (49,8 %). Prediction erosion value that was resulted form those land use composition was 81,53 ton/ha/year. Meanwhile, tolerable erosion was 25.65 ton/ha/year.optimizing was done to get optimal land use recommendation with purpose to minimize erosion. Optimizing result were mix garden 310.29 ha, settlements 519.45 ha, irrigated rice 354.91 ha, rainfed rice 92,51 ha, and non irrigated dry field 2,388.32 ha. From the results of the optimal land, prediction erosion value was 39,57 ton/ha/year
Kata Kunci : Lahan, Erosi, Kayangan