Laporkan Masalah

PERAN HUTAN RAKYAT SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI NAFKAH RUMAHTANGGA PEDESAAN DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI STUDI KASUS DESA GIRIKERTO KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN

CHOMSATUN ROCHMANINGRUM, Prof.Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Pengelolaan hutan rakyat selain memberikan kontribusi secara ekonomi dan ekologi, juga memberikan ketahanan untuk survival dan bagian dari sistem livelihood. Desa Girikerto merupakan salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang mengelola hutan rakyat sebagai salah satu strategi nafkah. Kepemilikan lahan yang sempit namun kebutuhan akan pakan ternak cukup tinggi mengakibatkan meningkatnya tekanan masyarakat desa terhadap kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran hutan rakyat sebagai salah satu strategi nafkah (survival livelihood) yang dilakukan masyarakat di Desa Girikerto dan sejauhmana nafkah tersebut dapat berperan dalam meningkatkan keamanan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat. Pengumpulan data dilakukan melalui : (1) quesioner yang disebarkan kepada responden, (2) wawancara dengan tokoh masyarakat dan aparat pemerintah, (3) pengamatan/observasi lapangan, dan (4) dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif dan didukung data kuantitatif yang ditampilkan melalui tabel statistik sederhana (tabel frekuensi). Data yang diperoleh memberikan kesimpulan penafsiran yang menunjukkan bahwa strategi nafkah yang dilakukan masyarakat desa Girikerto dengan keterbatasan modal/aset yang dimiliki antara lain intensifikasi pendapatan pertanian, pola nafkah ganda dan intensifikasi pendapatan non pertanian. Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan lahan, masyarakat mengelola hutan rakyat dengan pola wanatani (agroforestry). Melalui pola ini, pengelolaan hutan rakyat memberikan kontribusi sebesar 16% dari total pendapatan masyarakat. Meskipun nilainya kecil, namun melalui pengelolaan hutan rakyat mampu berperan dalam meningkatkan keamanan Taman Nasional Gunung Merapi. Masih ada kendala yang dihadapi masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat antara lain : serangan penyakit, konversi lahan, pemanfaatan dengan sistem tebang butuh dan belum optimalnya kelembagaan hutan rakyat. Pada akhirnya untuk kelestarian fungsi hutan rakyat dan keamanan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, kerjasama antar stakeholder terkait dan peran serta masyarakat perlu lebih ditingkatkan.

The community forests management contributes to improve economy and to maintain ecology, in addition to support survival ability and being a part of the livelihood system. Girikerto Village is one of the buffer area of Mount Merapi National Park (MMNP), managed by Mount Merapi National Park Office (MMNPO). The MMNPO manages the community forests as income improvement strategy. The imbalance between farming land size and the needs of livestock feed has contributes to the increasing of community pressures to the conservation area. This study was conducted to assess the role of the community forests as one of the income strategy (livelihood survival) carried out by the Girikerto Village community and how far it contribute in improving the security of MNNP area, as well as it can identify the constraints faced by the community in the community forests management. Data and information were collected through: (1) questionnaires, were distributed to respondents; (2) interviews with community leaders and government officials; (3) field observation; and (4) documentation. Data analysis was performed by means of descriptive supported by quantitative data through a simple statistical tables (frequency tables). The data and information show an interpretive conclusion that the lncome strategy of Girikerto community was conducted with limited capital/ assets, such as intensification of agricultural income, double living patterns and intensification of non-agricultural income. The community optimize the land use by using agroforestry system. Moreover, it shares about 16% of the community’s total incomes, not a big account but significantly increase the security of the area. The management of community forests remaining obstacle, including: disease, land conversion, poor trees cutting system, and improper community forests management. Finally, the cooperation among stakeholders and the community participation should be improved to preserve and protect the community forests of MMNP.

Kata Kunci : hutan rakyat, strategi nafkah, taman nasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.