RESOLUSI KONFLIK PENGGUNAAN AIR SELOKAN VAN DER WIJCK ANTARA AKTIVITAS PERIKANAN DAN PERTANIAN STUDI KASUS KECAMATAN MINGGIR DAN KECAMATAN MOYUDAN YOGYAKARTA
FITRIANTO NOORCAHYO, Ir. Suryanto, MSP ; M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng., D.Eng
2014 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKabupaten Sleman dikenal sebagai lumbung padi dan sentra perikanan air tawar. Salah satu sumber air yang digunakan adalah selokan Van Der Wijck yang merupakan peninggalan Belanda yang tujuan awalnya sebagai saluran irigasi padi dan tebu. Seiring perjalanan waktu, mulai tumbuh usaha budidaya perikanan disepanjang selokan Van Der Wijck yang menyedot banyak air. Konflik perebutan air terjadi antara petani padi dan pembudidaya ikan pada musim kemarau yang debit airnya kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan resolusi konflik, peran dari stakeholder yang terlibat dan faktor-faktor yang mempengaruhi konflik di selokan Van Der Wijck. Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif untuk menggambarkan lebih jelas mengenai konflik yang terjadi dan solusinya. Permasalahan yang utama adalah pemanfaatan air yang tidak adil dan merata, sadap liar, anggelan liar dan sampah. Temuan hasil penelitian ini adalah resolusi konflik yang berupa : penutupan sadap liar dan anggelan, droping air, bantuan pompa, sosialisasi pola tanam, PLTMH , SPAM, revitalisasi embung, pengurangan jumlah kolam udang galah dan sistem perkolaman yang baik. Instansi yang berperan aktif antara lain BBWSSO beserta Kantor Pengamat Pucang Anom, Balai PSDA, Fakultas TP UGM beserta Forum Koordinasi Van Der Wijck, P3A dan GP3A
Sleman is known as the granary of rice and the central of fresh water fisheries. Van Der Wijck canal is one of the sources of water which is a Dutch heritage that at first aim for rice and sugarcane irrigation. Over time, the aquaculture business began to grow along the Van Der Wijck canal that suck up a lot of water. The conflict over water between the rice farmers and fish farmers occur in the dry season when the water flow was low. This study aims to describe the conflict resolution, the role of stakeholders involved and the factors that influence the conflict in the Van Der Wijck canal. The study was conducted with a qualitative descriptive approach to describe more clearly about the conflict and its solution. The main problem is the use of water that is not fair and equitable, illegal tapping, illegal bunds and trash. The results of this research was conflict resolution such as : the closure of illegal tapping and bunds, water droping, water pump , socialization cropping patterns, PLTMH, SPAM, revitalizing ponds, reducing the number of prawn ponds and a good system of pond. Agencies had active role, are BBWSSO-Pucang Anom, Balai PSDA, Faculty of Agriculture Technology of UGM, Van Der Wijck Coordination Forum, P3A and GP3A.
Kata Kunci : resolusi konflik, irigasi, pertanian, perikanan