Laporkan Masalah

EVALUASI PENYELENGGARAAN PEKERJAAN JALAN TERKAIT KESELAMATAN DENGAN KONSEP ZONA

RASYITA DEWI, Arief Setiawan Budi Nugroho, ST., M.Eng., Ph.D.; Agus Nugroho, ST., MT., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Keselamatan di lokasi pekerjaan jalan adalah bagian penting yang sering diabaikan pada pembangunan maupun pemeliharaan jalan. Lokasi pekerjaan jalan dianggap sebagai tempat yang �penuh kejutan� karena permukaan jalan tidak rata, rambu peringatan seadanya, dan kurangnya petunjuk bagi pengguna jalan. Konsep zona harus diterapkan untuk menciptakan lokasi pekerjaan jalan yang lebih berkeselamatan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan saat melintasi lokasi pekerjaan jalan Semarang-Bawen. Survei kecepatan pendekat saat memasuki zona peringatan dini dan zona kerja dilakukan terkait evaluasi penerapan konsep zona. Selain itu, juga dilakukan pengambilan data kuesioner dari pengguna jalan dan ahli jalan. Analisis terkait penerapan konsep zona antara lain, analisis kecepatan pendekat, dan analisis persepsi responden (uji validitas dan reliabilitas, analisis korelasi, analisis statistik perambuan dan perangkat lalu lintas, hubungan konsep zona dan kecepatan pendekat). Analisis terkait kenyamanan pengendara antara lain, analisis kenyamanan berdasarkan tingkat kepentingan, dan analisis kenyamanan berdasarkan penilaian kondisi. Hasil evaluasi terkait penerapan konsep zona di lokasi pekerjaan jalan Semarang-Bawen menunjukkan bahwa, pada tingkat kepercayaan 95 hanya 6.9% pengendara motor melanggar kecepatan rencana saat memasuki zona peringatan dini. Saat memasuki zona kerja, hanya 6.3% pengendara motor dan 2.2% pengendara mobil yang melanggar kecepatan rencana. Kondisi, perletakan, komposisi, kejelasan rambu dan perangkat lalu lintas di lokasi pekerjaan jalan Semarang-Bawen cukup memadai, namun untuk kriteria jumlah rambu dan penerangan malam hari masih kurang memadai. Konsep zona perlu diterapkan di lokasi pekerjaan jalan, panjang zona peringatan dini telah memenuhi persyaratan keselamatan, sedangkan panjang zona transisi masih belum memenuhi kriteria, dan zona terminasi yang belum diterapkan menjadi evaluasi bagi penyedia jasa. Penerapan konsep zona berhubungan dengan kecepatan pendekat saat memasuki lokasi pekerjaan jalan Semarang-Bawen. Tiga faktor utama yang paling penting terkait kenyamanan pengendara saat melintasi lokasi pekerjaan jalan antara lain kondisi jalan yang tidak berlubang, permukaan jalan yang rata, dan kemacetan. Namun pada kenyataannya, kondisi ketiga faktor tersebut masih perlu perbaikan-perbaikan dan peningkatan terutama berkaitan dengan kemacetan di lokasi pekerjaan jalan. Kata Kunci : pekerjaan jalan Semarang-Bawen, konsep zona, keselamatan jalan

Safety at road work sites is an important part that is often forgotten in the construction nor maintenance of roads. Road work sites regarded as a "shocking place" due to uneven road surfaces, no advanced warning signs, and lack of instructions for road users. Zone concept should be applied to make road work sites safer and improve the convenience of road users when crossing Semarang-Bawen road works. Survey of approach speed when entering advance warning zone and work zone was conducted related to evaluation of zone concept application. In addition, also carried out the data collection questionnaire from the road users and experts judgement. Analysis related to the zone concept application are approach speed analysis and respondents perception analysis (validity and reliability test, correlation analysis, statistical analysis of traffic signs and devices, relationship between zone concept and approach speed). Convenience analysis of rider when crossing the road works are, convenience analysis based on importance ranking, and convenience analysis based on an assessment of conditions. Evaluation results related to the zone concept application at Semarang-Bawen road works showed that, at 95% confidence level only 6.9% motorcycle break the design approach speed when entering the advance warning zone. When entering the work zonae, only 6.3% motorcycle and 2.2% car break the design approach speed. Conditions, placement, composition, clarity signs and traffic devices at Semarang-Bawen road works adequate, but criteria of quantity warning signs and night lighting still inadequate. Zone concept needs to be applied at road work sites, long advance warning zone has met safety requirements, while the length of the transition zone is still not meet the criteria, and termination zone that has not been implemented into the evaluation of the contractor. The concept zones associated with approach speed when entering Semarang-Bawen road works. Three main factors are the most important related rider convenience while crossing the road works are the road conditions are not perforated, flat road surface, and traffic jam. But in fact, the condition of these three factors still need improvements and increased, especially traffic jam when crossing the road work sites. Keywords : Semarang-Bawen road works, zone concept, road safety

Kata Kunci : pekerjaan jalan Semarang-Bawen, konsep zona, keselamatan jalan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.