Laporkan Masalah

Sustainability of Agropolitan region in Tanah Laut Regency, Indonesia

TEGUH IMAN, Dr. Ronald Wall; Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP,. Ph. D.

2014 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Concept of agropolitan development region is applied in Indonesia for the first time in 2002. It is designed locally based on the unique characteristic of existing potencies in each area. Agropolitan development has purposes to reduce the regional gap development and poverty in the rural area by creating the interaction between the center areas of agropolitan regions with the hinterland. So, the activities in the region are a combination of between agriculture and industry. The agricultural sector plays important role to Indonesia economic development. It creates a food security, shape the Indonesian�s GDP, provides job opportunities, and increase the national revenue through agricultural export activities. Apart from the essential role of agricultural sector, there are problems faced in agriculture improvement in Indonesia. Low natural resources management, low bargaining position of farmers, low human resources quality and lack of supporting infrastructure usually are found in agricultural development program. The purpose of this study is to analyze the sustainability status in environment, social, economic, and infrastructure dimensions of the agropolitan area. The analysis of the research is intended to find the sensitive attributes of sustainability dimension in order to increase the status of sustainability development in the agropolitan area. The research also proposes the strategic plannings that can be used to improve the development of agropoolitan area. Tanah laut regency in south Kalimantan province, indonesiaa is chosen as the research area. The study discovered that the sustainability status of four dimensions is categorized fairly sustainable. Its indicated that the four dimensions need to be enhanced to reach the ideal condition of agropolitan region. Solutions are developed using the alternative strategies based on the discussion with the experts. Organic farming, foster processing industry center and dissemination information on negative impact of chemical fertilizer are the top three of the strategic planning developed to implement in agropolitan area in order to improve the sustainability status. In the end, holistic development in an integrated system is needed to improve the sustainability of PAR

Konsep pembangunan daerah agropolitan diterapkan di Indonesia untuk perama kalinya pada tahun 2002. Konsep ini direncanakan dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik yang dimiliki oleh daperah pengembangan. Pembangunan agropolitan mempunyai tujuan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan daerah dan tingkat kemiskinan di daerah pertanian dengan melakukan interaksi sosial antara pusat area pengembangan dengan daerah sekitarnya. Jadi, segala aktivitas di daerah tersebut merupakan kombinasi antara kegiatan pertanian dan industry. Sektor pertanian mempunyai peranan penting untuk pembanungan ekonomi di Indonesia. Sektor ini dapat menciptakan ketahanan pangan, menyediakan kesempatan kerja, membentuk perekonomian, dan meningkatkan pendapatan nasional melalui kegiatan ekspor. Terlepas dari peran penting yang dimiliki, sektor pertanian juga mempunyai masalah yang harus dihadapi. Masih rendahnya pengelolaan sumber daya, rendahnya posisi tawar dari para petani, rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada, dan masih rendahnya infrastruktur pendukung yang ada di daerah pertanian. Tujuan dari studi yang dilakukan ini adalah untuk menganalisa status keberlanjutan dari sisi lingkungan, sosial, ekonomi, dan infrastruktur di daerah agropolitan. Analisa dari penelitian ini diharapkan untuk mengetahui atribut yang sensitive dari keberlanjutan pembangunan agrolitan yang dapat digunakan untuk meningkatkan status daerah agropolitan. Penelitian ini juga merekomendasikan perencaaan strategis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah agropolitan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Indonesia. Studi yang dilakukan menemukan bahwa status keberlanjutan dari empat dimensi yang diteliti berada pada tingkat cukup berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan bahwa empat dimensi tersebut masih perlu untuk ditingkatkan untuk mencapai tingkat kondisi ideal yang diharapkan dari daerah agropolitan. Solusi dihasilkan dengan cara mengembangkan strategi alternative berdasarkan hasil diskusi dari para pakar. Pertanian organic, membantu mengembangkan ppusat industry pemrosesan, dan sosialisasi tentang dampak negative dari penggunaan zat kimia adalah tiga strategi perencanaan yang paling banyak direkomendasikan dalam rangka untuk meningkatkan status keberlanjutan daerah agropolitan. Pada akhirnya, pembangunan secara menyeluruh dan terintegrasi dibutuhkan untuk meningkatkan keberlanjutan pembangunan daerah agropolitan.

Kata Kunci : Agropolitan, Regional development, Sustainable Development, Agriculture sector


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.