Laporkan Masalah

PERILAKU PERJALANAN LANSIA DI KOTA YOGYAKARTA

RAISA SAVITRI R, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Penduduk lanjut usia melakukan perjalanan yang tidak jauh berbeda dengan orang dengan kelompok usia lainnya, walaupun demikian perlu adanya penanganan khusus atas perbedaan perilaku perjalanan tersebut. Hal ini penting mengingat terjadinya perubahan demografi dunia dari penduduk usia muda menjadi penduduk usia tua. Penduduk lansia di Indonesia diproyeksikan akan bertambah menjadi 272,2% di tahun 2040. Oleh karena itu, peran Pemerintah Indonesia adalah berkewajiban untuk memperhatikan kualitas hidup lansia sesuai amanat undang-undang. Kota Yogyakarta diangkat menjadi lokasi penelitian dikarenakan usia harapan hidup penduduk di Provinsi Yogyakarta merupakan yang paling tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (kualitatifkuantitatif) dengan metode analisis permodelan kualitatif. Proses penelitian dilakukan melalui wawancara yang dipandu dengan kuisioner pada perilaku perjalanan lansia baik yang dilakukan secara mingguan maupun bulanan. Hal ini dilakukan untuk melihat hubungan antara perilaku perjalanan lansia dengan karakter sosial demografis lansia tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa karakter sosial demografis tidak mempengaruhi perilaku perjalanan lansia secara menyeluruh. Akan tetapi, karakter sosial demografis hanya mempengaruhi bagian-bagian dari perilaku perjalanan seperti pemilihan moda saja ataupun jarak perjalanan saja. Selain itu diketahui bahwa ada faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku perjalanan lansia yaitu bantuan sanak saudara, budaya (ewuh pakewuh) dan keikutsertaan teman. Kata kunci: perilaku perjalanan, lansia

Elderly people do not travel differently from those in other age groups, however special treatment still needed to handle the differences of their travel behavior. This is important because world demographics changing phenomenon, from productive population (young age group) into elderly population. Elderly population in Indonesia is projected to increase to 272.2% in 2040. Therefore, the Indonesian government is obliged to pay attention to the quality of life of elderly as mandated by law. The location of this research is Yogyakarta City, one of which have the highest life expectancy in Indonesia. This study uses a mixed method research (qualitative-quantitative) with qualitative-modeling analysis method. The research process through interviews guided by a questionnaire, on either weekly or monthly travel behavior of elderly. This is aim to identified the relationship between travel behavior and socio-demographic character of the elderly. The research found that the socio-demographic character does not affect the overall of the elderly travel behavior. However, the socio-demographic character only affect parts of the travel behavior such as modal choice alone or just travel distance. Also note that there are external factors that affect travel behavior such as help from elderly relatives, culture (ewuh pakewuh) and the participation of friends. Keywords: travel behavior, the elderly

Kata Kunci : perilaku perjalanan, lansia; travel behavior, the elderly


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.