ANALISIS KINERJA PELAKSANAAN PINJAMAN LUAR NEGERI PADA BIDANG KEBINAMARGAAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
YUNIK EVA SARLINA, Dr. Eng. Imam Muthohar,S.T., M.T.
2014 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiPenyediaan prasarana jalan yang efektif dan efisien berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi suatu wilayah. Keterbatasan kemampuan pemerintah dalam penyediaan pendanaan untuk penanganan prasarana jalan tersebut mengharuskan penyelenggara jalan, melakukan usaha dan upaya untuk mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN seperti sumber dana pinjaman luar negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pinjaman luar negeri, karakteristik masing-masing pinjaman dan kinerja pelaksanaan pinjaman pada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan seluruh dokumen pinjaman mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap pelaksanaan. Dokumen terdiri dari dokumen perjanjian pinjaman luar negeri, dokumen laporan bulanan dan tahunan, peraturan pemberi pinjaman, peraturan perundangan Republik Indonesia, dokumentasi foto dan arsip-arsip. Hasil penelitian menunjukkan penilaian yang diperoleh dari kinerja, pinjaman multilateral lebih baik bila dibandingkan dengan pinjaman bilateral hal ini dibuktikan dengan penilaian yang lebih unggul dibandingkan dengan penilaian pinjaman bilateral. Secara khusus dari sisi peraturan, pinjaman multilateral memiliki penilaian yang lebih baik yaitu 15 hal ini dikarenakan lender menyesuaikan dengan peraturan yang ada di Indonesia, sedangkan pinjaman bilateral memiliki nilai 13. Selanjutnya dari aspek manfaat finansial maka pinjaman bilateral dengan nilai 41 lebih menguntungkan dibandingkan dengan pinjaman multilateral dengan nilai 29. Kata Kunci : Pinjaman Luar Negeri, Pemberi Pinjaman, Pinjaman Bilateral, Pinjaman Multilateral
Provision of road infrastructure that efficiently and effectively, effect on economic increase in a region. Limited ability of the government in the provision of funding for the road infrastructure requires handling the organizers of the roads, make efforts to look for funding sources outside the APBN as a source of funds for foreign loans. This study aims to know the process of foreign loans, the characteristics of each foreign loans, and the loan implementation performance in Directorate General of Highways, Ministry of Public Works. This study using qualitative descriptive methods. Data collection was done by collecting the entire loan process from the preparation phase to the implementation phase. The document consists of the loan agreement document, documents monthly reports and annual reports, lender regulations, legal regulations of the Republic of Indonesia, photo documentation and archives. The result showed that scoring of performance, multilateral loan better than bilateral loan. This is evidenced by higher score for multilateral loan than bilateral loan. Particularly in terms of regulations, multilateral loan having score 15, it was because the lender adjust by existing regulations in Indonesia, while bilateral loan having score 13. Furthermore, from the aspect of financial benefits, bilateral loan having score 41 and more advantageous than multilateral loan which only having score 29. Key Words: Loan, Lender, Bilateral Loan, Multilateral Loan
Kata Kunci : Pinjaman Luar Negeri, Pemberi Pinjaman, Pinjaman Bilateral, Pinjaman Multilateral; Loan, Lender, Bilateral Loan, Multilateral Loan