PENERAPAN DEVELOPMENTAL PEER APPRAISAL UNTUK MENINGKATKAN KOHESIVITAS TUGAS
ERMY HERAWATY, Drs. Fathul Himam, M.A., M.Psi., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiTantangan globalisasi yang semakin kompleks mendorong organisasi untuk lebih dapat memberdayakan potensi yang dimiliki oleh tim. Keberagaman pada pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu dalam tim menyebabkan tim mampu mencapai tujuan yang lebih kompleks dibandingkan individu. Menyikapi keberagaman tersebut, kohesivitas tugas pun dianggap sebagai pendekatan yang efektif untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh tim dalam pencapaian tujuan. Agar suatu tim dapat menjadi kohesif-tugas maka dibutuhkan metode umpan balik yang melibatkan anggota tim dan bertujuan untuk pengembangan, yaitu developmental peer appraisal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan developmental peer appraisal untuk meningkatkan kohesivitas tugas pada anggota tim. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain untreated control group design with pretest and posttest. Subjek dalam penelitian adalah pekerja Waroeng Spesial Sambal yang berjumlah 30 orang. Subjek penelitian kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan developmental peer appraisal. Dua minggu setelah diberikan perlakuan, dilakukan pengukuran kohesivitas tugas dengan menggunakan modifikasi skala kohesivitas tugas yang disusun oleh Beaubien (2003) dan Carless dan De Paola (2001) berjumlah sembilan aitem. Analisis data menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas tugas tidak meningkat secara signifikan setelah penerapan developmental peer appraisal (Z = -1,222, p > 0,05). Kata kunci : developmental peer appraisal, kohesivitas tugas
Challenges of globalization are increasingly more complex which encourage organizations to further empower the potential of team. Diversity in knowledges, skills and abilities possessed by each individual in team that caused team was able to achieve more complex goals than individual. In response to such diversity, task cohesiveness was considered as an effective approach to optimize the potential of team in achieving goals. In order for a team can be a task-cohesive is required feedback method that involving team members and aimed at the development,such as developmental peer appraisal. This study aimed to examine the effect of the application of developmental peer appraisals to increase the cohesiveness tasks to team members. This research is a quasi experimental design with untreated control group design with pretest and posttest. Subjects are Waroeng Special Sambal’s workers consisting of 30 persons. Subjects were divided into two groups : experimental group and control group where each group consisting of 15 persons. The experimental group was given the treatment of the application of developmental peer appraisal. Two weeks after being given treatment, task cohesiveness was measure by using modified task cohesiveness scale compiled by Beaubien (2003) and Carless and De Paola (2001) consisting of nine item. Analysis of data was using a nonparametric test of Mann-Whitney. The study showed that task cohesiveness did not increase significantly after implementation of developmental peer appraisal (Z = -1.222, p> 0.05). Keywords : developmental peer appraisal, task cohesiveness
Kata Kunci : developmental peer appraisal, kohesivitas tugas; developmental peer appraisal, task cohesiveness