Laporkan Masalah

PERSEPSI INSTRUKTUR LABORATORIUM KETERAMPILAN KLINIK DAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA TENTANG DEFINISI KOMPONEN PERILAKU DALAM PROFESIONALISME

CICIH BHAKTI PURNAMASARI, Dra. Yayi Suryo Prabandari, MSi., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latar Belakang: Profesionalisme merupakan hal yang melekat pada profesi kesehatan dan kedokteran. Seorang dokter diharapkan memiliki penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku profesional sebagai bagian kompetensinya. Oleh karena itu, penguasaan perilaku profesional sebaiknya dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Namun, pada pelaksanaannya, profesionalisme dalam kedokteran belum dapat dipetakan secara jelas dalam kurikulum pendidikan, baik proses pembelajaran maupun pengukuran dan penilaian. Hal ini dapat disebabkan karena belum terdapat kesepakatan tentang definisi profesionalisme dan komponen-komponennya dari pelaksana pendidikan sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi instruktur Laboratorium Keterampilan Klinik dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tentang definisi komponen perilaku dalam profesionalisme. Metode: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan grounded theory pada analisis data. Pengumpulan data melalui metode wawancara pada instruktur dan FGD pada mahasiswa. Subjek penelitian adalah instruktur Laboratorium Keterampilan Klinik FK UGM, dengan pengalaman sebagai clinical teacher minimal 5 tahun, dan mahasiswa dengan kriteria IPK > 3,50. Hasil wawancara dilakukan pengkodean, dilanjutkan analisis komparatif konstan dengan open-axial coding. Hasil: Mahasiswa dan instruktur laboratorium keterampilan klinik memiliki persepsi yang tidak jauh berbeda terhadap profesionalisme kedokteran. Komponen perilaku profesionalisme meliputi enam komponen, dan merupakan bagian dari komponen perilaku yang bersifat universal. Karakteristik cultural sensitivity, merupakan pengayaan dari komponen humanis. Kata kunci: profesionalisme, profesionalisme dalam kedokteran, persepsi

Background : Physician and other medical profession should applied professionalism. Knowledge, skill and professional conduct are parts of physician competencies. In conclusion, it is important to involve professional behaviour of physician in medical curriculum. In contrary, professional behaviour has not being determined clearly in curriculum, including it’s assessment process. It might be caused by lacking of agreement and understanding between medical educator itself about professional behaviour. Objective : This study aimed to explore skills laboratory instructor and student perception of behavioural component’s definition in professionalism. Method : This was a descriptive qualitative study with grounded theory approach in data analysis. Data were collected through interview of skills laboratory instructor with more than five years of experience and focus group disscussion of students with GPA > 3,50 of 4.00 scale. The result from interview and FGD were analyzed with open-axial coding and constant comparative. Result : Both student and skills laboratory instructur had similar perception of professionalism. Behavioural components in professionalism consisted of six items, which every item has similar sense with universal behavioral component. Cultural sensitivity is a characteristics and it is included in value of humanity. Keyword(s) : professionalism, medical professionalism, perception

Kata Kunci : profesionalisme, profesionalisme dalam kedokteran, persepsi; professionalism, medical professionalism, perception


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.