HUBUNGAN ANTARA KADAR ZINK (Zn) SERUM DENGAN DEFISIT NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT
MURNI SRI HASTUTI, Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, P.Far.K, Sp.FK(K), Sp.S(K)
2015 | Tesis | SP ILMU PENYAKIT SYARAFStroke penyebab kematian penyakit tidak menular tertinggi 15,4% di Indonesia. Malnutrisi sering ditemui pada kasus stroke akut dan dihubungkan dengan presentasi klinis yang buruk. Salah satu bentuk malnutrisi adalah defisiensi mikronutrien seperti zink. Pada kasus stroke infark akut kadar zink serum lebih rendah dibandingkan pada Trancient Ischemic Attack. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar zink serum dengan defisit neurologis pasien stroke iskemik akut. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien yang dirawat di bangsal saraf dan unit stroke selama bulan Agustus 2013 sampai April 2014 yang didiagnosis stroke iskemik akut yang memenuhi kriteria inklusi Analisis data menggunakan uji fisher dan chi square pada analisis bivariat dan dilanjutkan analisis multivariat dengan regresi logistik. Jumlah subjek yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 72 subjek dengan kadar zink kurang atau sama dengan 89 μg/dl sebanyak 45 subjek dan kadar sink lebih dari 89 μg/dl sebanyak 27 subjek. Sedangkan subjek dengan skor NIHSS lebih dari 8 sebanyak 24 subjek dan kurang atau sama dengan 8 sebanyak 48 subjek. Pada analisis bivariat didapatkan kadar zink kurang atau sama dengan 89 μg/dl berhubungan bermakna dengan skor NIHSS lebih dari 8 (RP=4,6, 95%CI 1,367-15,484, p=0,01) dan pada analisis multivariat menunjukkan secara statistik bermakna (RP=5,987, 95%CI 1,531-23,41, p=0,01). Variabel lain yang secara bermakna berhubungan dengan defisit neurologis adalah riwayat hipertensi, status nutrisi dan angka lekosit saat masuk rumah sakit. Simpulan penelitian ini adalah kadar zink yang rendah berhubungan dengan defisit neurologis berat yang ditandai dengan skor NIHSS yang tinggi. Kata kunci : stroke iskemik akut, malnutrisi, zink, defisit neurologis
Stroke causes the highest deaths of non-communicable disease 15.4% in Indonesia. Malnutrition is often found in cases of acute stroke and is associated with poor clinical presentations. One form of malnutrition is micronutrients deficiency such as zinc. In cases of acute infarction stroke serum zinc levels lower than in Trancient ischemic attack. This study aims to determine the correlation between serum zinc levels with neurologic deficits of acute ischemic stroke patients. The method of this study was cross-sectional. Subjects were patients admitted to the neurological ward and stroke unit during August 2013 until April 2014 were diagnosed with acute ischemic stroke who included into inclusion criteria. We analysed the data using chi square test and fisher test on bivariate analysis followed by multivariate logistic regression analysis. Total subjects that match to the inclusion criteria were 72 subjects. Forthy five subjects had serum zinc level less than or equal to 89 μg /dl and 27 subjects had level of serum zinc more than 89 μg/dl. While 24 subjects had NIHSS score more than 8 and 48 subjects had NIHSS score less than or equal to 8. In bivariate analyzes serum zinc levels less than or equal to 89 μg/dl significantly associated with NIHSS score of more than 8 (PR= 4,6; 95%CI 1,367-15,484; p= 0,01) and in the multivariate analysis showed a statistically significant (RP= 5,987; 95%CI 1,531-23.41; p= 0,01). Other variables that were significantly associated with neurological deficits were history of hypertension, nutritional status and rate of leucocytes on hospital admission. The conclusion of this study was that low zinc level was associated with neurological deficits characterized by a high NIHSS scores. Keywords: acute ischemic stroke, malnutrition, zinc, neurological deficits
Kata Kunci : stroke iskemik akut, malnutrisi, zink, defisit neurologis; acute ischemic stroke, malnutrition, zinc, neurological deficits