PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI RANTAI PASOK DARAH PMI KOTA YOGYAKARTA – BDRS DR. SOERADJI TIRTONEGOR
ADITYIA WIBISONO S., Bertha Maya Sopha ST., M.Sc., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Teknik IndustriPersoalan utama dalam sistem rantai pasok darah ialah belum optimalnya pengelola logistik darah dalam hal ini PMI dan BDRS menyediakan produk darah sesuai dengan jumlah permintaan. Permintaan produk darah dalam beberapa waktu terakhir cenderung meningkat sedangkan pasokan untuk darah belum mampu mengimbangi kondisi tersebut. Disisi lain, masih sangat sulit bagi pengelola produk darah untuk meningkatkan jumlah pasokan yang disebabkan adanya unsur kesehatan yang sulit dikendalikan dalam menjaga atau meningkatkan kualitas pendonor. Penanganan masalah ini semakin sulit karena kompleksitas yang tinggi dalam sistem rantai pasok darah seperti permintaan variasi produk darah dan pasokan kantong darah yang bersifat stokastik, serta adanya jangka waktu kadaluarsa pada setiap produk (perishable). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi dengan metode Discrete Event Simulation (DES) yang bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja rantai pasok darah, dengan ruang lingkup penelitian berlokasi di PMI Kota Yogyakarta dan BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. Data yang digunakan diantaranya jumlah pasokan kantong darah, permintaan produk darah, dan produksi produk darah di PMI Kota Yogyakarta, serta jumlah pasokan, permintaan dan delivery produk darah di BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. Terdapat 3 model yang dibangun, yaitu sub-model PMI Kota Yogyakarta, submodel BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro, dan model integrasi PMI Kota Yogyakarta – BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. Hasil simulasi rantai pasok menghasilkan nilai performansi untuk setiap rantai pasok 16% shortage untuk sub-model PMI Kota Yogyakarta, 17% shortage untuk sub-model BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro, dan 13% shortage untuk model integrasi PMI Kota Yogyakarta – BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. Kemudian dibuat beberapa skenario yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok seperti (1) perubahan persentase produksi, (2) penurunan jumlah kantong darah reject, dan (3) meningkatkan permintaan PRC BDRS DR. Soeradji Tirtonegoro ke PMI Kota Yogyakarta sebesar 24%. Didapatkan bahwa gabungan skenario (1) dan (2) memberikan perubahan performansi rantai pasok darah yang signifikan bagi PMI Kota Yogyakarta, dan skenario (3) memberikan perubahan performansi siginifikan bagi BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. Selain itu dilakukan analisis sensitivitas pada parameter permodelan dan didapatkan bahwa perubahan nilai pada jumlah permintaan produk merupakan parameter yang paling sensitif memberikan perubahan performansi rantai pasok Kata kunci: discrete event simulation, rantai pasok darah, skenario pengembangan, analisis senstivitas
The main problem in the blood supply chain is inability of blood manager which is Red Cross or Blood banks, provide blood product according the demand. Demand for blood products in recent times tend to increase while the blood supply has not able to compensate for the condition. On the other hand is still very difficult for Red Cross or Blood banks to increase the amount of blood supply, due to health element that difficult in maintaining or improving the quality of the donor. This problem more difficult because of high complexity in the system as demand of blood product and blood bags supply that are stochastic, and the characteristic perishable on each product. This study aims to develop simulation model use Discrete Event Simulation (DES), which aims to evaluate and improve the blood supply chain performance, with the scope of study is located in Yogyakarta Regional Red Cross and Dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital Blood Banks. The data used include the supply of blood bags, demand of blood product, and the production of blood products in Yogyakarta Regional Red Cross, as well as the amount of supply, demand and delivery of blood products in BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. There are 3 models are constructed, namely sub-model of PMI Yogyakarta, submodels BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro, and the integration model of PMI Yogyakarta - BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. The results of the supply chain simulation generates values for each supply chain performance 16% shortage of submodels for PMI Yogyakarta, 17% shortage for sub-models BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro, and 13% shortage for the integration model PMI Yogyakarta - BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. Then several scenario are developed, consist of (1) percentage change in product production, (2) decrease in the number of blood bags reject, and (3) increase the amount of demand PRC from BDRS Dr. Soeardji Tirtonegoro to PMI Kota Yogyakarta for 24%. The combination of the scenario (1) and (2) give the increasing blood supply chain performance significantly for PMI Kota Yogyakarta, and scenario (3) give the increasing performance significantly for BDRS Dr. Soeradji Tirtonegoro. In addition, use sensitivity analysis on the parameter of modelling, it’s found that the changes in the value of the amount of demand for blood product is the most sensitive parameters provide performance change in the system Keywords: discrete event simulation, blood supply chain, scenario development, sensitivity analysis
Kata Kunci : discrete event simulation, rantai pasok darah, skenario pengembangan, analisis senstivitas