ANALISIS PENGARUH BELANJA PEMERINTAH DAERAH UNTUK PENDIDIKAN, KESEHATAN, PERLINDUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, 2007-2012
RACHMA TYASARI, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanTingkat kemiskinan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga tahun 2012 cukup tinggi dibanding provinsi di Pulau Jawa, sehingga menimbulkan keprihatinan bagi banyak kalangan yang terkait khususnya Pemerintah Daerah di wilayah DIY. Data menunjukkan bahwa kondisi masyarakat di kabupaten/kota di DIY masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Indikator umum dari masalah kemiskinan di wilayah DIY dapat dilihat dari segi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial masyarakat serta tingkat pertumbuhan ekonomi. Berbagai upaya pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menanggulangi kemiskinan belum mampu menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan, sedangkan anggaran belanja pemerintah meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari belanja pemerintah daerah kabupaten/kota pada bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota se DIY tahun 2007-2012. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan metoda regresi berganda data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel bebas yaitu belanja pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan tingkat pertumbuhan ekonomi secara signifikan berpengaruh pada variabel terikat yaitu tingkat kemiskinan dengan arah negatif kecuali belanja pendidikan. Belanja pendidikan memiliki pengaruh yang berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan karena pengeluaran bidang pendidikan memiliki pengaruh yang tidak langsung. Dampak belanja pendidikan terhadap kemiskinan memerlukan waktu dalam jangka panjang dan penganggaran sebagian besar masih dialokasikan untuk belanja pegawai dan tenaga pendidik. Belanja kesehatan, perlindungan sosial dan tingkat pertumbuhan ekonomi terbukti dapat menurunkan kemiskinan karena memiliki dampak yang lebih langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
The poverty rate in the region Special Region of Yogyakarta through 2012 is quite high compared to the provinces in Java, this causing concern especially by Local Government in DIY. The data show that many people who live below the poverty line among district of the province. General indicator of the poverty multidimensional problem in DIY can be viewed in terms of education, health, social welfare and economic growth. Various efforts of the local government municipality to alleviate poverty have not been able to significantly reduce the level of poverty, while the government budget increases every year. This study aims to analyze the effects of municipal government spending in the fields of education, health, social protection and economic growth on district poverty rate years 2007-2012. The data used are secondary data by using multiple regression analysis of panel data. The results showed that all of the independent variables, namely education, health, social protection and economic growth rates significantly affect the dependent variable which is poverty rate with negative direction except the education spending. Education spending effect is directly proportional to the poverty rate due to education spending has indirect effect and long-term on poverty, in addition, the budget is still largely allocated to personnel and educators. Health expenditure, social protection and economic growth rate is proven to reduce poverty because it has a more direct impact on the economic condition of the community.
Kata Kunci : kemiskinan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pertumbuhan ekonomi, belanja pemerintah daerah