Laporkan Masalah

THE POSSIBILITY OF EXPRESS TRAINS IN JAVA (CASE STUDY : NORTH LINE JAKARTA - SURABAYA

PUTU DIVA A. SADRI, Prof. Ir. Sigit Priyanto, MSc, Ph.D

2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Pemerintah Indonesia merencanakan kebijakan pembangunan High Speed Rail (Kereta Express) untuk meminimalisir kemacetan, mempersiapkan kenaikan jumlah penumpang kendaraan umum, dan untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di beberapa kota besar di Jawa. Proyek kereta express ini akan menghubungkan dua kota Jakarta dan Surabaya sepanjang jalur utara yang telah ada. Pembangunan jalur baru akan menghabiskan dana yang sangat besar. Tesis ini akan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan jalur kereta express dan menganalisa polusi yang ditimbulkan akibat proses pembangunan jalur kereta express. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari sumber terpercaya (pemerintah, jurnal, buku, penelitian terdahulu, dan situs internet). Data digunakan untuk menganalisa emisi gas buang, performa existing jalur utara, syarat minimum penyelenggaraan kereta express, perbaikan jalur existing, yang memmungkinkan perhitungan benefit cost ratio dari beberapa pilihan investasi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Faktor kunci yang kemungkinan akan timbul akibat pembangunan jalur kereta express. 2) Pengoperaasian kereta express di jalur existing utara Jawa memungkinkan setelah dilakukan perbaikan beberapa elemen dari infrastruktur yang sudah ada (lebar, geometri, struktur, dan komponen track, serta elektrifikasi dan persinyalan). 3) Nilai NPV dan BCR dari semua pilihan investasi selama 30 tahun hampir mirip. Tetapi, pembangunan jalur baru 1,435 mm akan memberikan manfaat yang jauh lebih baik daripada pilihan investasi lainnya. 4) Pembangunan jalur kereta express Jakarta-Surabaya akan menimbulkan polusi udara lebih dari 7,697 ton, tetapi tetap layak dilakukan karena banyaknya manfaat yang ditimbulkan. Berdasarkan kesimpulan diatas, direkomendasikan untuk membangun jalur baru 1,435 mm khusus untuk pengoperasian kereta express Jakarta – Surabaya. Selain memberikan banyak manfaat positif, juga untuk meningkatkan factor keamanan dan keselamatan. Kata

The Indonesian Government has established a policy to construct a High Speed Rail (Express Train) line in Java in order to reduce road congestion, to prepare for increasing passenger demand, and to support economic growth in some of the major cities on the island. The express train project in Java will connect the two largest cities which are Jakarta and Surabaya, along the corridor of the existing North railway line. Constructing a new express train line will need a huge amount of investment. This research examines all the systems implications of a possible express train service in the North of Java, analysing in particular the impact of greenhouse gas emission during express train line construction. Source of information used for this study are many (e.g. Indonesian Government, journals, books, other research, and trustworthy websites). These sources provided data to analyse the gas emissions, existing network performance, minimum standard requirements of express train, and feasibility of track betterment, which enabled the calculation of a benefits costs ratio for the investment. After analysing all the problems, the main findings of this research are as follows: 1) Key issues likely to arise with the construction of any option for express train operation in this corridor. 2) Express Train operation in the existing North line of Java is possible after betterment of many elements of the current infrastructure (e.g. track gauge, track geometry, track structure, track components, electrification and signalling system). 3) The NPVs and BCRs values over 30 years of all investment options are similar. However, track betterment options will bring problems to the existing and future operation, while a new 1,435mm segregated line will bring more benefits even though it will cost much more than the track betterment options. 4) Construction of the Jakarta – Surabaya express train line will generate more than 7,697 tonnes of gas emissions, but is nevertheless worth doing, because of all the benefits it brings. According to these findings, it is therefore recommended to construct a new 1,435mm segregated line for express train operation between Jakarta and Surabaya. This is preferred to track betterment of the existing line, owing to better impacts, and in order to ensure the safety and security of the express train service and other modes of transport.

Kata Kunci : Kereta Express, Jalur Utara Jawa, Peningkatan Mutu Track, dan Polusi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.