PENGARUH KOREKSI RADIOMETRIK DAN JUMLAH STRATA VEGETASI TERHADAP NILAI AKURASI KERAPATAN KANOPI VEGETASI MENGGUNAKAN BEBERAPA TRANSFORMASI INDEKS VEGETASI PADA CITRA LANDSAT 8 OLI
RIZKY PRANATA DEWA, Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D
2014 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHKajian metode koreksi radiometrik dan jumlah strata kanopi vegetasi sangat menarik karena banyak peneliti yang menyusun model kerapatan vegetasi dengan citra penginderaan jauh, tetapi belum ada acuan yang pasti (khususnya di Indonesia) dalam tahap pra-pengolahan citra tersebut untuk menghasilkan nilai akurasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemilihan berbagai metode koreksi radiometrik citra dan jumlah strata kanopi vegetasi dalam menghasilkan nilai akurasi model kerapatan kanopi vegetasi menggunakan NDVI, MSAVI2 dan GEMI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah spasial kuantitatif dengan cara mengetahui nilai akurasi model kerapatan yang disusun dengan berbagai metode koreksi radiometrik dan variasi jumlah strata menggunakan tiga jenis indeks vegetasi. Nilai akurasi diperoleh dari perhitungan standard error pada setiap variabel yang diuji. Sampel yang digunakan sebagai input dalam membangun model kerapatan adalah hasil pemotretan kanopi dengan lensa Circular Fisheye. Pemotretan kanopi dilakukan pada lima titik dalam satu sampel yang mewakili satu piksel pada Citra Landsat 8 OLI. Sampel yang digunakan meliputi dua jenis, yaitu untuk membangun model dan menguji model kerapatan kanopi vegetasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan metode koreksi radiometrik yang berbeda akan menghasilkan nilai akurasi model kerapatan yang berbeda. Selain metode koreksi radiometrik, variasi jumlah strata kanopi vegetasi juga mempengaruhi nilai akurasi model yang dihasilkan. Secara keseluruhan, tidak ada satu metode koreksi radiometrik yang dapat memberikan nilai akurasi paling tinggi untuk semua variasi jumlah strata kanopi yang diolah menggunakan tiga indeks vegetasi terhadap peta kerapatan vegetasi yang dibangun dari citra Landsat 8 OLI.
The study of radiometric correction methods and vegetation strata amount is very interesting because many researchers who compiled vegetation density models with remote sensing imagery but the reference of image pre-processing to produce a high accuracy rate is not definited yet in indonesia. This study aim to determine the role of selecting various image radiometric correction methods and amount of vegetation canopy strata in generating value vegetation canopy density accuracy using NDVI, MSAVI2 and GEMI. The method used in this research is quantitative spatial by knowing the accuracy value of vegetation canopy density models which are arranged various radiometric correction methods and various vegetation strata amount using 3 types of vegetation index. Accuracy values obtained from the calculation of the standard error on each variable tested. The samples are used as input in the density models are canopy density captured with Circular Fisheye lens. Canopy photos were taken at five points each sample. Which is represents one pixel in Landsat 8 OLI. The sample used includes two types, for model bilding and model testing of vegetation canopy density. The results of this study indicate that the selection of different radiometric correction methods will produce different accuracy value of density models. Moreover, the variation of vegetation canopy strata amount also affect the accuracy value of the models. Overall, there is no radiometric correction method that can generate the highest accuration value for all variations of the vegetation strata amount which are processed using three vegetation index on vegetation density map build from Landsat 8 OLI.
Kata Kunci : Pengaruh Koreksi Radiometrik, Jumlah Strata Vegetasi, Indeks Vegetasi, Standard Error, Citra Landsat 8 OLI