PERANCANGAN LABORATORIUM CAMPURAN BERASPAL HANGAT DENGAN ZAT TAMBAH BERBASIS PARAFIN
HENDRI HADISI, Ir. Latief Budi Suparma., M.Sc., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Teknik SipilPeningkatan sektor industri perkerasan jalan mengakibatkan peningkatan jumlah konsumsi bahan bakar minyak, sedangkan cadangan minyak dunia semakin hari semakin menipis dan sangat mahal. Peningkatan konsumsi di sektor ini mengakibatkan harga bahan bakar minyak semakin tinggi dan menambah jumlah emisi gas buang. Untuk mengatasi masalah diatas, beberapa penelitian dilakukan dengan merekayasa bahan dan metode. Rekayasa yang telah dilakukan adalah menambahkan zat tambah pada aspal ataupun campuran dan dilakukan metode penurunan temperatur pada pencampuran dan pemadatan, contohnya zeolit alam atau buatan, dikenal dengan rekayasa campuran beraspal hangat. Rekayasa tersebut terus dikembangkan secara khusus pada bahan dengan menggunakan senyawa yang struktur rantai kimianya sejenis pada bitumen aspal, yaitu paraffin. Zat tambah parafin ini ditambahkan kepada aspal sehingga aspal pada temperatur 120-135˚C mempunyai kemampuan yang sama seperti pada campuran beraspal panas pada temperatur 145-165˚C. Sehingga penurunan temperature ini dapat menghemat bahan bakar pada sektor industri perkerasan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan LEADCAP® 64B pada aspal pen 60/70 dengan variasi penambahan antara 1>1,5% menghasilkan titik lembek yang tidak memenuhi standar. Penambahan LEADCAP® 64B antara 0<0,75% mempunyai stabilitas sisa/rendaman dibawah standar. Elastisitas antara bitumen tanpa penambahan dengan yang ditambahkan LEADCAP® 64B tidak jauh berbeda. Pencampuran antara LEADCAP® 64B dengan aspal pen 60/70 mencapai kehomogenan dalam jangka waktu 10 menit pengadukan. Kadar optimum LEADCAP® 64B untuk digunakan sebagai zat tambah pada campuran hangat sebesar 0,75-1%, dengan temperatur pencampuran minimal berdasarkan pada nilai kemudahan dikerjakan (WI) pada 125-140˚C dan pemadatan minimal pada 112-122˚C. Kata Kunci: Campuran Beraspal Hangat, Zat Tambah Parafin, LEADCAP® 64B
Improved pavement industry sector resulting in increased fuel consumption, while the world's oil reserves increasingly depleted and very expensive. Increased consumption in this sector resulted in fuel prices higher and increase the amount of exhaust gas emission. Order to overcome the above problems, some research done by reverse materials and methods. Engineering that has been done is to add a substance or mixture added to the asphalt and performed loss methods on mixing and compaction temperatures, for example, natural or artificial zeolite, known as warm mix asphalt engineering. Engineering is continuously developed specifically on the material using chemical compounds similar chain structure on asphalt bitumen, the paraffin. Substances added to the paraffin is added so that the asphalt pavement temperature 120-135˚C have the same capabilities as the hot asphalt mixture at a temperature 145-165˚C. So that the temperature can decrease fuel economy on the road pavement industry. The results showed that the effect of adding LEADCAP® 64B on 60/70 pen bitumen with the addition of a variation between 1>1.5% resulted in softening point which does not meet the standards. Addition LEADCAP® 64B between 0<0.75% have Marshall Immersion under standards. The elasticity between bitumen without the addition of added LEADCAP® 64B not much different. Mixing between LEADCAP® 64B with 60/70 pen bitumen achieve homogeneity within 10 minutes of stirring. LEADCAP® 64B optimum levels to be used as a substance added to the warm mixture of 0.75-1%, with a mixing temperature minimum based on the workability index (WI) on 125-140˚C and compaction temperature minimum on 112-122˚C. Keywords: Warm mix Asphalt, Paraffin base additives, LEADCAP® 64B
Kata Kunci : Campuran Beraspal Hangat, Zat Tambah Parafin, LEADCAP® 64B