PEMANFAATAN CITRA ALOS AVNIR-2 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KERAWANAN WILAYAH TERHADAP MALARIA SECARA SPASIO TEMPORAL DI KABUPATEN PURWOREJO
YANI SULISTIARINI, Barandi Sapta Widartana, S.Si., M.Si.; Prima Widayani, S.Si., M.Si.
2014 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHTujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui parameter lingkungan yang mempengaruhi perkembangbiakan vektor malaria; (2) Mengetahui kemampuan citra penginderaan jauh (ALOS AVNIR-2) dalam menyajikan parameter-parameter lingkungan; (3) Menentukan tingkat kerawanan wilayah terhadap malaria secara spasio temporal; dan (4) Mengetahui validasi antara Peta Kerawanan Wilayah Terhadap Malaria dengan Peta MOPI (Month Parasite Incidence). Citra ALOS AVNIR-2 digunakan untuk menghasilkan informasi penggunaan lahan dan kerapatan vegetasi melalui ekastraksi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index). Informasi tekstur tanah diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan. Serta informasi curah hujan, suhu udara, dan ketinggian tempat diperoleh melalui interpolasi isohyet spline tension. Lokasi pengambilan sampel di lapangan dipilih berdasarkan metode stratified random sampling. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) bahwa penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, curah hujan, ketinggian tempat, dan tekstur tanah menjadi parameter penting dalam mempengaruhi lingkungan fisik untuk berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan vektor malaria, sedangkan suhu udara dianggap lemah pengaruhnya karena temporalnya cepat mengalami perubahan; (2) Citra ALOS AVNIR-2 mampu menghasilkan informasi penggunaan lahan dengan hasil uji ketelitian interpretasi 97,17%; (3) Peta Tingkat Kerawanan Terhadap Malaria diklasifikasikan menjadi tujuh kelas kerawanan, yaitu sangat rawan, rawan, cukup rawan, sedikit rawan, cukup tidak rawan, tidak rawan, dan sangat tidak rawan; dan (4) Peta Tingkat Kerawanan Terhadap Malaria di Kabupaten Purworejo menunjukkan tingkat kerawanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Peta MOPI selama tahun 2011, disebabkan adanya beberapa faktor sosial yang berpengaruh di dalamnya.
The purposes of this study were (1) Determine the parameters that influence malaria vectors breeding; (2) Determine the ability of remote sensing imagery (ALOS AVNIR-2) in presenting environmental parameters; (3) Determine the vulnerability of the region against malaria as spatio temporal; and (4) Determine validation vulnerability between Region Malaria Vulnerability Maps with MOPI Maps (Month Parasite Incidence). ALOS AVNIR-2 used to generate information of land use and vegetation density by extraction from NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) and SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index). Soil texture was obtained through field measurements. Rainfall, air temperature and altitude were obtained through isohyet spline tension interpolation. Field sampling locations were selected based on stratified random sampling method. Conclusions of this study were (1) Land use, vegetation dencity, rainfall, altitude, and soil texture become important parameters in influencing the physical environment as a potential breeding ground for malaria vectors, while the air temperature considered a weak effect because rapid temporal changed; (2) ALOS AVNIR-2 image can used to generate informasion of land use with the interpretation of test result accuracy 97,17 %; (3) Region Malaria Vulnerability Maps classified into seven namely very vulnerable, vulnerable, enough vulnerable, slightly vulnerable, enough unvulnerable, unvulnerable, and very unvulnerable; (4) The Region Malaria Vulnerability Maps showed level of vulnerability agree and disagree with the MOPI Maps in Purworejo during 2011 due to several social factors that influenced in it.
Kata Kunci : Malaria, ALOS AVNIR-2, Kerawanan, Month Parasite Incidence (MOPI)