PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PENDIDIK REMAJA SEBAYA USIA 10-14 TAHUN
GESTI WIDIARINI, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S, D.S.
2015 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja memiliki peranan yang sangat penting, terutama bagi remaja pra-pubertas. Metode pembelajaran aktif merupakan metode yang cocok digunakan bagi remaja kelompok usia ini. Akan tetapi penelitian mengenai metode ini dalam penyampaian informasi kesehatan reproduksi remaja hingga saat ini masih sangat terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode pembelajaran aktif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pendidik remaja sebaya usia 10-14 tahun di Kabupaten Bondowoso. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan rancangan non-equivalent control group with pretest-postest design. Penelitan ini dilakukan pada bulan April-Mei 2014 pada 60 responden remaja kelas VII yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok dengan metode pembelajaran aktif dan kelompok dengan metode ceramah. Sampel dipilih melalui purposive sampling berdasarkan karakteristik responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diadopsi dari UNFPA (2003). Analisis yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney-U Test, dan multivariat menggunakan regresi linier dengan tingkat kemaknaan 95 % (p < 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan, skor pre-test dan post-test pada responden metode pembelajaran aktif sebesar 14,87 dan 17,13 (p=0,000). Pada responden metode ceramah skor pre-test dan post-test sebesar 13,97 dan 14,97 (p=0,014). Setelah perlakuan, pada kelompok metode pembelajaran aktif terjadi peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi daripada kelompok metode ceramah, yaitu sebesar 2,26 (p=0,000). Analisis dengan Mann Whitney U menunjukkan adanya perbedaan selisih rerata yang signifikan antara kelompok metode pembelajaran aktif dan ceramah sebesar 1,27 dengan p=0,015. Analisis regresi linier menunjukkan bahwa hanya metode pembelajaran dan informasi yang diperoleh remaja yang memiliki hubungan terhadap peningkatan skor pengetahuan responden. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi melalui proses pembelajaran aktif secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan pendidik remaja sebaya. Kata kunci: Metode pembelajaran aktif, kesehatan reproduksi, remaja prapubertas, pendidik remaja sebaya
Introduction: Reproductive health education are important for early adolescence which in their pre-puberty stage. Active learning is a kind of health education method and furthermore was expected to improve their reproductive health knowledge, but few evidence were examined the impact of this method to improve adolescent’s reproductive health knowledge. Objectives: The objective of this study was to identify whether active learning increasing reproductive health knowledge among 10-14 years old peer educator. Methods: This quasi experimental study held on April-May 2014. A total of 60 students were purposively selected and distributed into two groups, an active learning group (n=30) and a conventional group (n=30), then participated both in the pre test and post test study. Data were collected by questionnaire which was adopted from UNFPA module. Data were analyzed by Mann Whitney Test, Wilcoxon Signed Rank Test, and Double Linear Regression. Statistical significance was assigned at p ≤ 0,05. Result: Result showed that pre test and post test score of active learning group was 14,87 and 17,13 (p=0,000). On the other hand, pre test and post test score of conventional group was 13,97 and 14,97 (p=0,014). An active learning group’s score were 2,26 point higher than conventional group. Result of research proved by Mann Whitney U Test also showed that there were highly significant differences between active learning group and conventional group (p=0,015). Linear regression analysis showed that learning method and sources of information gained by adolescence might be related to their reproductive health knowledge. Conclusion: Active learning method significantly improve reproductive health knowledge among peer educator aged 10-14 years. Keywords: Active learning, reproductive health, pre-puberty adolescence, peer educator.
Kata Kunci : Metode pembelajaran aktif, kesehatan reproduksi, remaja prapubertas, pendidik remaja sebaya; Active learning, reproductive health, pre-puberty adolescence, peer educato