TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SENGKETA PELAKSANAAN HIBAH WASIAT (studi Kasus Putusan Perkara Nomor 66/Pdt.G/2003/PN.Yk Jo Nomor 64/Pdt/2004/PTY Jo Nomor 2075 K/Pdt/2005)
ASTRIANA DWIROSITA ANGGRAINI, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., MH.
2015 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum yang diterapkan oleh hakim dalam memutus perkara nomor 66/Pdt.G/2003/PN.Yk jo nomor 64/Pdt/2004/PTY jo nomor 2075 K/Pdt/2005 dan bagaimana status hibah wasiat setelah adanya putusan yang berakhir sampai di tingkat kasasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif, dimana penelitian dilakukan dengan menggunakan sumber data yang diperoleh dari studi kepustakaaan, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau sekunder. Dalam penelitian kepustakaan cara pengumpulan data dengan membaca dan mempelajari peraturanperaturan hukum, perundang-undangan, salinan putusan perkara Nomor 66/Pdt.G/2003/ PN.Yk jo Nomor 64/Pdt/2004/PTY jo Nomor 2075 K/Pdt/2005 dan buku lainnya yang berkaitan dengan materi penelitian. Selanjutnya dari kesemuanya itu dipilih ketentuanketentuan hukum yang berkaitan erat dengan permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Dasar pertimbangan hukum yang diterapkan oleh hakim dalam memutus perkara nomor 66/Pdt.G/2003/PN.Yk jo nomor 64/Pdt/2004/PTY jo nomor 2075 K/Pdt/2005 terdapat perbedaan. Perbedaan terletak pada penilaian majelis hakim tingkat pertama dan tingkat banding terhadap alat pembuktian surat pernyataan hibah wasiat sebagai bahan pertimbangan dalam putusannya yang menyebabkan putusannya pun berbeda. Pada tingkat kasasi, majelis hakim lebih melihat alasan yang dikemukakan pemohon kasasi mengenai surat pernyataan hibah wasiat sebagai proses membuat sertifikat menjadi bukti kepemilikan tidak dapat dibenarkan, karena pengadilan tinggi tidak salah menerapkan hukum mengenai penilaian hasil pembuktian, hal mana tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi. Maka dari itu hakim memutus menolak permohonan kasasi. (2) Status hibah wasiat berdasarkan putusan Nomor 66/Pdt.G/2003/PN.Yk jo Nomor 64/Pdt/2004/PTY jo Nomor 2075 K/Pdt/2005 adalah batal demi hukum (Nietig) sehingga tidak dapat dilaksanakan dan tidak mempunyai akibat hukum seperti apa yang dikehendaki. Obyek sengketa tetap atas nama bersama yaitu penggugat dan para tergugat atas dasar waris. Hal ini didasarkan pada hibah wasiat tersebut yang hanya dibuat dalam bentuk surat pernyataan tidak sesuai dengan syarat formil pembuatannya yaitu dengan akta otentik. Kata kunci : Hibah Wasiat, Sengketa, Pelaksanaan
This research was aimed to find out the legal consideration applied by judge in making decision of case number 66/Pdt.G/2003/PN.Yk jo number 64/Pdt/2004/PTY jo number 2075 K/Pdt/2005 and as the status of grant testament after the decision ended until the cassation level. This research is a normative juridical research, in which this research was carried out by using the data obtained from library research. It was a legal research carried out by studying the literature or secondary data. In the library research, the data was collecting using reading and studying legal regulation, regulation, copy of case decision number 66/Pdt.G/2003/ PN.Yk jo Number 64/Pdt/2004/PTY jo Number 2075 K/Pdt/2005 and other books related to the research material. Subsequently, from all of them, it was chosen legal stipulation having close relationship with the problems studied. The data obtained was then analyzed using qualitative approach resulting descriptive data. The conclusions obtained from this research were: (1) There was a difference in legal consideration applied by judge in making decision of case number 66/Pdt.G/2003/PN.Yk jo number 64/Pdt/2004/PTY jo number 2075 K/Pdt/2005. The difference was in assessment of judges in the first level and in appeal level. There was evident of statement letter of grant testament as consideration in the decision making the decision different. In cassation level, the judges saw more on the reason stated by the party asking for cassation about the statement of grant testament as a process of making certificate into the evidence of ownership was not right, because high court level was nor wrong in implementing the law about the assessment of proving finding, in which it could not be considered in the investigation in cassation level. Therefore, the judges decided to refuse the cassation request. (2) The status of grant testament based on the decision number 66/Pdt.G/2003/PN.Yk jo Number 64/Pdt/2004/PTY jo Number 2075 K/Pdt/2005 was cancelled for the sake of law (Nietig), so that it could not be implemented as the expectation. The object of the dispute was still the in many names, the plaintiff and the defendant based on the grant. This was based on the grant testament which was only made in the form testament which is not appropriate with the formal requirement of making, using authentic certificate. Key words: Grant Testament, Dispute, Implementation
Kata Kunci : Hibah Wasiat, Sengketa, Pelaksanaan; Grant Testament, Dispute, Implementation