KLIM SEKOLAH DAN DUKUNGAN SOSIAL GURU MATEMATIKA SEBAGAI PREDIKTOR KEBERHASILAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA
RATNA DEWI BACHRIA, Prof. Dr. Asmadi Alsa, SU
2014 | Tesis | S2 PsikologiOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong pendekatan peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan di sekolah-sekolah menunjukan betapa pentingnya peran kesejahteraan sekolah bagi dunia pendidikan khususnya siswa. Permasalahan teoritik ini pula yang menjadikan peneliti tertarik untuk mengetahui kondisi di lapangan apakah benar adanya bahwa kesejahteraan sekolah yang terbingkai dalam iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika mampu menjadi prediktor keberhasilan prestasi belajar matematika siswa SMA. Kondisi prestasi matematika Indonesia tergolong rendah di kancah international memperkuat alasan penelitian ini. Hal ini tergambarkan dari hasil survei TIMSS(trends in mathematics and sciencee study ) Indonesia berada pada peringkat ke 36 dari 42 negara pada tahun 2011 dan PISA (programme for international student assessment), Indonesia berada pada peringkat ke 64 dari 65 negara pada mata pelajaran matematika di tahun 2012.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA berdasarkan pada iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menguji iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika sebagai prediktor keberhasilan prestasi belajar matematika siswa SMA. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI jurusan IPA berjumlah 88 siswa dan berada di tingkat Sekolah Menengah keatas (SMA). Penelitian ini dilakukan pada SMAN di Jogjakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala iklim sekolah dan skala dukungan sosial guru matematika serta nilai murni UAS matematika kelas XI IPA. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa iklim sekolah dan dukungan sosial guru matematika baik bersama maupun parsial tidak dapat memprediksi prestasi belajar matematika siswa SMA atau dengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini ditolak.
The World Health Organization (WHO) has driven approach to improvement of mental health and wellbeing in schools shows how important the role of welfare schools for education, especially students. This theoretical problems also made researchers interested to know whether the field condition is true that the school welfare framed in school climate and social support mathematics teachers capable of being a predictor of success in learning mathematics achievement of high school students. Conditions of mathematics achievement Indonesia is very low in the international arena strengthened the case of this study. Indonesia has low International mathematics students’ achievement as published by Trends in Mathematics and Science Study Survey where Indonesia is on 64th ranked from 65 countries in Mathematics on 2012.The purpose of this research is to predict senior high school students’ mathematic achievement based on school climate and Mathematic teacher’s social support. The method of this research is qualitative approach by correlation design that test school climate and mathematics teacher social support as predictor of high school students’ mathematic achievement. Data are analyzed by regression analysis. The subjects of this research are 88 (eighty eight) senior h igh school students in Yogyakarta. The measurement tools used in this research are school climate scale, mathematics’ teacher social support scale, and mathematics pure score of senior high school students. The finding shows that school climate and mathematics teacher’s social support, collectively or partially, cannot predict senior high school students’ mathematics achievement; therefore the hypothesis is denied.
Kata Kunci : iklim sekolah, dukungan sosial guru matematika, prestasi matematika siswa SMA, school climate, mathematics teacher social support, senior high school students’ mathematics achievement