KORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE PADA PENDERITA AKNE VULGARIS
GISCA AJENG WIDYA N, dr.Kristiana Etnawati,M.PH,Sp.KK(K);dr.Dwi Retno Adi Winarni,Sp.KK(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Akne vulgaris merupakan gangguan pada kulit yang prevalensinya tinggi di usia remaja dan dewasa muda. Akne vulgaris merupakan penyakit mutifaktorial. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi derajat keparahan akne vulgaris adalah indeks massa tubuh. Indeks massa tubuh diketahui memiliki korelasi positif terhadap kadar insulin, dimana hiperinsulinemia akan meningkatkan kadar IGF-1 yang merangsang terjadinya akne lewat peningkatan proses keratinisasi pada folikel pilosebaseus dan stimulasi produksi hormon androgen yang mengakibatkan peningkatan produksi sebum dan mempengaruhi kejadian akne vulgaris. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara indeks massa tubuh dengan derajat keparahan akne vulgaris. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang melibatkan 49 pasien ( 25 wanita, 24 pria) sebagai subyek penelitian. Penelitian ini dilakukan pada pasien dengan diagnosis akne vulgaris berusia 15-30 tahun dan memenuhi kriteria tidak sedang menjalani terapi steroid, antibiotik oral maupun topikal selama 1 bulan terakhir, dan tidak sedang hamil ataupun menyusui. Subyek yang memenuhi kriteria diminta mengisi kuesioner dan dilakukan pemeriksaan klinis serta penentuan derajat keparahan akne berdasarkan Global Acne Grading System (GAGS). Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (IMT) mempunyai korelasi positif dan signifikan dengan derajat keparahan akne (GAGS) (p<0,05) dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,388). Indeks massa tubuh (IMT) mampu mempengaruhi derajat keparahan akne sebesar 13,2%, sedangkan 86,8% dipengaruhi oleh faktor � faktor lain. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi lemah yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan derajat keparahan akne.
Background: Acne vulgaris is a common dermatological condition that is highly prevalent in adolescence and young adulthood. It is known to be caused by many factors. Body mass index is suspected as one of the factors that influence acne severity, but the controversy still remains on it. Body mass index is known to have a positive correlation to the levels of insulin, in which hyperinsulinemia would increase levels of IGF-1 that stimulate acne through keratinocytes process improvement in the pilosebaseus follicle and stimulation of the production of androgen hormones that lead to increased sebum production and affect the incidence of acne vulgaris. Objective: This research aimed to determine the correlation between body mass index to the severity of acne vulgaris. Method: The method used was analytic observational study with cross sectional design involving 49 patients (25 female, 24 male) as research subjects. This study was conducted in 15-30 years old patients with a diagnosis of acne vulgaris and met these criteria: not undergoing steroid therapy, not using oral and topical antibiotics for the last 1 month, and not pregnant or breastfeeding. Subjects who met these criterias were asked to fill a questionnaire , joined clinical examination and determination of the severity of acne based on the Global Acne Grading System (GAGs). Results: Statistical tests showed that body mass index (BMI) has a positive and significant correlation with the severity of acne (GAGs) (p <0.05) with the strength of a weak correlation (r = 0.388). Body mass index (BMI) is able to influence the severity of acne by 13.2%, while 86.8% are influenced by other factors. Conclusion: This study shows a weak significant correlation between body mass index to the severity of acne.
Kata Kunci : Akne vulgaris, indeks massa tubuh, derajat keparahan akne