Laporkan Masalah

Perlindungan Hukum Terhadap Kreditur Atas Debitur Pailit Dalam Hal Pengikatan Jaminan Kredit Belum Dilakukan Pengikatan Fidusia (Studi Kasus PT. Bank Rakyat Indonesia Kanwil Yogyakarta)

SABRINA UTAMI SARI, Ninik Darmini, S.H., M.Hum

2014 | Tesis | S2 Kenotariatan

Penelitian �PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITUR ATAS DEBITUR PAILIT DALAM HAL JAMINAN KREDIT BELUM DILAKUKAN PENGIKATAN FIDUSIA (STUDI KASUS PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANWIL YOGYAKARTA)� bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap kreditur terhadap kreditur dalam hal jaminan kredit belum dilakukan pengikatan fidusia serta akibat hukum terhadap kreditur yang belum melakukan pengikatan jaminan fidusia pada saat debitur dinyatakan pailit. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, yakni penelitian yang mengkaji mengenai norma norma dalam perjanjian dengan menggunakan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer. Peneliti melakukan 2 (dua) macam penelitian, yaitu Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan. Responden dan Narasumber dalam penelitian ini adalah Notaris, Staf Restrukturisasi dan Penyelamatan Kredit Bermasalah Kanwil BRI Yogyakarta dan Legal Officer Kanwil BRI Yogyakarta. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan disampaikan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BRI Kanwil Yogyakarta tidak melakukan pendaftaran pengikatan Jaminan Fidusia ke Kantor Pendaftaran Fidusia, maka berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia kurang memberikan perlindungan hukum terhadap terhadap BRI Kanwil Yogyakarta. Akibat hukum terhadap BRI Kanwil Yogyakarta yang belum melakukan pemasangan Jaminan Fidusia pada saat debitur dinyatakan pailit adalah BRI Kanwil Yogyakarta menjadi golongan debitur konkuren. Akibat BRI Kanwil Yogyakarta menjadi kreditur konkuren adalah kedudukan kreditur konkuren menjadi lebih lemah daripada kreditur separatis, sehingga pembagian hasil penjualan harta pailit dilakukan berdasarkan urutan prioritas. Kreditur yang urutan prioritasnya lebih tinggi mendapatkan pembagian lebih dahulu dari kreditur lainnya yang kedudukannya lebih rendah. Kreditur dengan tingkatan golongan sama memperoleh pembayaran dengan asas prorata

The study entitled �LAW PROTECTION FOR CREDITOR FROM BANKRUPT DEBTOR IN TERMS OF UNFINISHED BONDING FIDUCIARY ASSURANCE (A CASE STUDY IN PT. BANK RAKYAT INDONESIA OF YOGYAKARTA BRANCH)� is purposed to examine law protection for creditor in terms of unfinished fiduciary contract on credit insurance and law impacts for creditor who not set fiduciary assurance yet when the debtor is considered as bankrupt. This study is a yuridical empirical study, i.e. it reviews norms stated in the contract where field study was taken to obtain primary data. The author performed 2 (two) kinds of study, i.e. Library Research and Field Study. Respondents and informants involved in this study are Notaries, Staff from Restructuring and Rescuing Bad Credit team of BRI Yogyakarta Branch, and Legal Officer of BRI Yogyakarta Branch. Data collected then qualitatively analyzed and descriptively delivered. The result suggested that BRI of Yogyakarta branch has not registered yet Fiduciary Assurance to the Fiduciary Registration Office; thus, based on Regulation No. 42 of 1999 about Fiduciary Assurance, it less provide law protection towards BRI of Yogyakarta branch. The law impact faced by BRI of Yogyakarta branch which not set Fiduciary Assurance yet when the debtor is considered as bankrupt is it will categorized into concurrent debtor. Consequently, the position of BRI Yogyakarta branch is weaker than separatist creditor, thus the payment of bankrupt assets is taken based on the order of priority. Creditors with higher priority get the first payment continued with the other creditors with lower priority. Creditors with similar priority get the payment of prorate-based.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Jaminan Fidusia, Debitur Pailit / Legal Protection, Fiduciary Assurance, Bankrupt Debtor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.