MODEL PERKEMBANGAN FISIK KOTA KASUS KOTA GORONTALO TAHUN 2000 - 2010
WAHYUDIN ATHAR KATILI, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2015 | Disertasi | S3 Ilmu GeografiPenelitian yang berfokus pada model perkembangan fisik Kota Gorontalo tahun 2001 – 2010 ini bertujuan (1) Mendeskripsikan perkembangan fisik Kota Gorontalo setelah ditetapkan sebagai Ibukota Provinsi, faktor yang mempengaruhinya serta keterkaitannya dengan infrastruktur pemerintah dan swasta; (2) Melakukan analisis terhadap proses dan tipologi perkembangan fisik Kota Gorontalo; dan (3) Melakukan tinjauan dari aspek keberlanjutan terhadap perkembangan fisik Kota Gorontalo. Pendekatan studi dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan keruangan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan karakteristik objek penelitian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, berdasarkan karakteristik data dibatasi pada ruang lingkup lokasi yang memiliki ketersediaan data foto udara dan citra satelit dan selanjutnya metode sampling untuk penentuan informan. Berdasarkan analisis data metode yang digunakan adalah kombinasi antara analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perkembangan fisik Kota Gorontalo ditandai dengan luasan lahan terbangun yang pada tahun 2001 sebesar 31,71%, di tahun 2005 meningkat menjadi 32,3% dan di tahun 2009 meningkat lagi menjadi 34,6%; Periode tahun 2001 – 2005 merupakan periode awal yang masih lebih besar digerakkan dan diintervensi oleh pemerintah daerah yang salah satunya ditinjau faktor eksternal berupa peningkatan alokasi anggaran sampai 300% pada APBN dan kenaikan 250% pada APBD, sedangkan periode tahun 2005 – 2009 merupakan periode yang mulai menurunnya alokasi anggaran pemerintah sebesar 20% pada APBN dan 62% pada APBD; (2) Perkembamgan lahan terbangun, pada periode 2001 – 2005 sebesar 19,86 Ha dan pada periode 2005 – 2009 meningkat lagi 75,04 Ha sehingga dapat diasumsikan peningkatan jumlah lahan terbangun antara periode 5 (lima) tahun pertama ke periode 5 (lima) tahun kedua mencapai 300%; Tipologi perkembangan ini terbagi atas 3 zona, zona III memperlihatkan lahan terbangun yang berbentuk linier berkepadatan rendah mengikuti ruas – ruas jalan yang terbentuk, zona II sebagai pemukiman yang berbentuk linier mengikuti ruas - ruas jalan dengan kepadatan yang cukup tinggi namun masih menyisakan sebagian kawasan belum terbangun dan zona I sebagai pola kota lama yang berbentuk Grid dengan kepadatan yang cukup tinggi; (5) Pola perkembangan lahan terbangun antara tahun 2001-2009 cenderung membentuk pola berkelompok, yang terjadi di Kecamatan Dungingi sedangkan di Kecamatan Kota Utara cenderung membentuk pola menyebar. Sedangkan perkembangan fisik kota antara tahun 2005-2009 cenderung sporadis dengan membentuk pola berkelompok dan menyebar dalam skala besar; Indikasi menunjukkan bahwa pada rentang waktu 2001-2005 sebagai 5 (lima) tahun pertama Ibukota provinsi, maka yang berkembang adalah sarana dan prasarana skala lokal kawasan. Selanjutnya dalam selang waktu 5 (lima) tahun kedua yaitu tahun 2005-2009, mengindikasikan bahwa sarana dan prasarana berskala pelayanan lokal kawasan tetap mendominasi namun mulai ditandai dengan meningkatnya sarana dan prasarana yang brskala pelayanan Kota atau regional; (3) Pada aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup secara keseluruhan masih memperlihatkkan kecenderungan positif dari tinjauan aspek keberlanjutan kota. Kata Kunci : Keberlanjutan, Perubahan fisik kota, Kota Gorontalo
The objectives of the research that focusing on physical development model of Gorontalo city years 2001 – 2010 are (1) Describe physical city development of Gorontalo city since the establishment as Provincial Capital, the factors influenced and the relationship with government and private infrastructure; (2) Perform an analysis of processes and physical city development typology of Gorontalo city; and (3) Perform a review on continuity of physical city development of Gorontalo city. The approach of the research was performed by spatial approach by means of Geographycal Information System (GIS). Base on object research characteristics, method used in this research was survey method, based on data characteristic was limited on aerial photograph and satellite imagery availability with sampling method for informan determination. Base on analysis data method used was combination of quantitative and qualitative analysis. Based on result of the research was known that (1) Physical development of Gorontalo city indicate by the extent of built up area which in the year of 2001 at 31,71%, in the year of 2005 increase up to 32,3% and in the year of 2009 increase again up to 34,6%; In period of 2001 – 2005 which was the beginning of the period in majority driven by local government intervention as external factor by increasing the budget allocation up to 300% at the APBN and 250% at the APBD, meanwhile in the period of 2005-2009 was the declining period of the budget allocation at 20% of the APBN and 62% of the APBD; (2) The development of the built up area in the period of 2001- 2005 at 19,86 Ha and in the period of 2005-2009 increase again at 75,04 Ha so can be assumed that the sum of increasing built up area between the first of 5 (five) years period and the second of 5 (five) years period was reach 300%; The development typology divided into 3 zone , zone III shown the linear low density built up area followed the road segments, zone II shown the linear high density built up area followed the road segments but un built up areas were still remain in the region, and zone I was old town pattern in the form of grid with quite high density; The pattern of built up area development between 2001-2009 tend to form a clustered pattern which happen in Dungingi sub district while in Kota Utara sub district tend to form dispersed pattern. Physical city development between 2005 -2009 tend to sporadic formed clustered pattern and dispersed pattern in a big scale; The research indicated that in time interval between 2001-2005 as provincial capital city , what develop was structure and infrastructure in local scale. In the next second 5 (five) years of time interval which was year 2005-2009, although the domination of structure and infrastructure in local scale services was still indicated but increasing structure and infrastructure in municipal scale services and regional scale services also indicated; (3) In aspect of economic, social and cultural, and environmental as a whole were still shown an positive trend of city sustainability aspect. Key word: Sustainability, Physical development, Gorontalo City
Kata Kunci : Keberlanjutan, Perubahan fisik kota, Kota Gorontalo; Sustainability, Physical development, Gorontalo City