HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN MANUSIA, ORGANISASI, DAN TEKNOLOGI DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN AGAMA (SIADPA) DI PENGADILAN AGAMA SE-KOORDINATOR SURAKARTA
HAPSARI PRAMILIANTORO, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.; Ir. Surjono, M.Phil.
2014 | Tesis | S2 Mag.Tekn.InformasiSistem Informasi Administrasi Perkara (SIADPA) adalah sistem yang dibuat untuk memudahkan pengelolaan administrasi perkara pada Pengadilan Agama demi mewujudkan tertib administrasi. Penerapannya sudah memasuki tahun ke tujuh, namun belum diketahui dengan pasti apakah penggunaan SIADPA berhasil atau tidak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keberhasilan penggunaan SIADPA di Pengadilan Agama se-Koordinator Surakarta dengan melihat hubungan antara komponen manusia, organisasi, dan teknologi. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kerangka model HOT Fit. Model ini digunakan untuk melihat bagaimana keselarasan komponen yang terdapat dalam suatu sistem informasi. Komponen tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu teknologi (Technology), manusia/pengguna SIADPA (Human), dan organisasi/instansi Pengadilan Agama (Organization). Penelitian yang dilakukan pada bulan Mei 2014 ini, mengambil sudut pandang pengguna SIADPA di tujuh pengadilan agama se koordianor Surakarta dengan jumlah responden sebanyak 58 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner dengan skala likert 6, disamping menggunakan wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data pendukungnya. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) yang dilakukan dengan bantuan software SmartPLS. Hasil pengujian dengan tingkat signifikansi 95% menunjukkan bahwa kualitas sistem dipengaruhi oleh penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas informasi dan kualitas layanan. Sedangkan kepuasan pengguna dipengaruhi secara signifikan oleh penggunaan sistem, dan penggunaan sistem berpengaruh terhadap faktor keuntungan. Dari sisi organisasi, struktur organisasi dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan organisasi, sedangkan lingkungan organisasi dipengaruhi secara signifikan pula oleh faktor keuntungan. Hubungan kesesuaian faktor H-O-T yang dihasilkan adalah sebagai berikut: hubungan H-O adalah kuat, hubungan H-T adalah sangat kuat, sedangkan hubungan O-T dikatakan cukup.
Sistem Informasi Administrasi Perkara (SIADPA) is a system created to manage the case administration of Religious Court in order to realize the orderly administration. Its application has entered the seventh year, but it is not known with certainty whether the use SIADPA successful or not. Therefore, this study was conducted to determine how successful the use of SIADPA in the Religious Court of Surakarta residency by looking at the relationship between the components of human, organizational, and technology. This evaluation used HOT Fit models as research framework technological. The model is chosen to determine the alignment between components of information system. The components are classified into three, they are technology, human (user SIADPA), and organizations (Religious Court). The research conducted in May 2014, taking the user's perspective SIADPA in seven religious courts of koordinator Surakarta with 58 respondents. It used questionnaire measured by Likert 6 scale as the research instrument, while interviews and observation are used to collect supporting data. Methods of data analysis is used Structural Equation Modelling (SEM) using the software SmartPLS. The results with significant level 95% indicates that the quality system is influenced by system usage and user satisfaction. User satisfaction significantly influence the quality of information and quality of service. While user satisfaction is significantly influenced by system usage, and the system usage influences net benefit. In organization factor, the organizational structure is significantly influenced by environmental organizations, environmental organizations while also significantly influenced by net benefit. Relationships H-O-T component is generated as follows: H-O Relations is real, and strong, H-T relationship is real and very strong, and O-T relationship is real and strong enough.
Kata Kunci : SIADPA, pengadilan agama, HOT Fit