Laporkan Masalah

ABU AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN DAN APLIKASINYA PADA PUNGUT ULANG KROMIUM(VI) DALAM LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING

VIKA CHOIRUNNISA, Prof. Dr. Bambang Rusdiarso, DEA.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi Cr(VI) menggunakan abu ampas tebu yang telah diaktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan abu ampas tebu yang telah diaktivasi untuk mengadsorpsi Cr(VI). Beberapa parameter adsorpsi yang dipelajari meliputi, pH awal larutan, kinetika adsorpsi dan isoterm adsorpsi. Abu ampas tebu dikarakterisasi menggunakan XRay Diffraction (XRD), Spektrofotometer inframerah (IR) dan Gas Sorption Analyzer (GSA). Konsentrasi Cr(VI) ditentukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada optimum 542 nm setelah terbentuk kompleks Cr dengan 1,5- difenilkarbazid 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu ampas tebu setelah pencucian dengan HCl 1 M dan kalsinasi pada suhu 700 oC selama 3 jam menyebabkan luas permukaan adsorben meningkat dari 31,39 m2/g menjadi 276,3 m2/g. Adsorpsi Cr(VI) pada abu ampas tebu optimum pada pH 1 dan waktu kesetimbangan 4 jam. Adsorpsi Cr(VI) mengikuti model kinetika pseudo orde dua Ho dengan nilai k2 sebesar 4,695×10-3 g/mg menit. Pada penggunaan model isoterm adsorpsi Langmuir, kapasitas adsorpsi maksimum abu ampas tebu yang telah diaktivasi sebesar 46,08 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 24,356 kJ/mol, sehingga dapat diklasifikasikan sebagai adsorpsi kimia. Persentase adsorpsi Cr(VI) dalam limbah cair elektroplating menggunakan abu ampas tebu pada pH 1 sebesar 48,89 %. Kata kunci : Abu ampas tebu, Cr(VI), adsorpsi dan elektroplating

A research on adsorption of Cr(VI) using activated bagasse ash has been conducted. This study aimed to determine the ability of activated bagasse ash in Cr(VI) adsorption. Several adsorption parameters were studied include initial pH, adsorption kinetics and adsorption isotherms. The bagasse ash as characterized using X-Ray Diffraction (XRD), Infra Red Spectrophotometer (IR) and Gas Sorption Analyzer (GSA) techniques. The concentration of Cr(VI) was determined using UV-Vis Spectrophotometer at max 542 nm after complexing of Cr with 1,5-diphenylcarbazide 0,5%. The result showed that bagasse ash after washing with HCl 1 M and calcination at a temperature of 700 oC for 3 hours led to increased adsorbent surface area from 31,39 m2/g to 276,3 m2/g. Adsorption of Cr(VI) on bagasse ash optimum at pH 1 and equlibrium time at 4 hours. Adsorption of Cr(VI) followed the pseudo second order kinetic of Ho with value of k2 was 4,695×10-3 g/mg min. On the use of Langmuir adsorption isotherm model, the maximum adsorption capacity of activated bagasse ash was 46,08 mg/g and the adsorption energy was 24,356 kJ/mole, so it can be classified as chemisorption. The percentage adsorption of Cr(VI) in the electroplating liquid waste using bagasse ash at pH 1 was 48.89%. Key words : Bagasse ash, Cr(VI), adsorption and electroplating

Kata Kunci : Abu ampas tebu, Cr(VI), adsorpsi dan elektroplating; Bagasse ash, Cr(VI), adsorption and electroplating


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.