Laporkan Masalah

PERANAN SEKTOR KEHUTANAN DALAM PEREKONOMIAN JAWA TIMUR, 2006 DAN 2010 (ANALISIS INPUT-OUTPUT)

ANTONI, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki kawasan hutan terluas dan potensi produksi kayu terbesar di Pulau Jawa. Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kontribusi sektor kehutanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk kurun waktu tujuh terakhir nilainya relatif kecil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan sektor kehutanan yang sesungguhnya dalam perekonomian Jawa Timur melalui kontribusinya terhadap PDRB, keterkaitannya dengan sektor-sektor perekonomian lainnya dan kemampuannya dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Data yang digunakan adalah data dari Tabel Input-Output Provinsi Jawa Timur Tahun 2006 dan 2010. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kontribusi, analisis angka pengganda (multiplier analysis), analisis keterkaitan (linkage analysis), dan analisis sektor-sektor unggulan (key sectors analysis) dengan menggunakan metode Rasmussen/Hirschman. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian Provinsi Jawa Timur, baik terhadap output, permintaan antara maupun permintaan akhir terbesar disumbangkan oleh industri kehutanan. Secara umum, industri kehutanan memiliki angka pengganda output dan pendapatan yang lebih besar daripada kehutanan primer. Hal ini menunjukkan industri kehutanan memiliki kemampuan tinggi dalam meningkatkan output dan pendapatan. Keterkaitan ke belakang sektor kehutanan lebih tinggi daripada nilai keterkaitan ke depannya. Berdasarkan analisis sektor-sektor unggulan, industri kayu, furniture, dan kerajinan termasuk dalam kategori sektor unggulan, sedangkan industri kertas, kayu, dan hasil hutan lainnya termasuk dalam kategori sektor non unggulan. Kata kunci: sektor kehutanan, tabel input-output, kontribusi, keterkaitan ke depan, keterkaitan ke belakang, pengganda, sektor unggulan

East Java Province is a province that has the largest forest area and the biggest timber production potential on Java island. But, the Central Statistics Agency (BPS) shows that the contribution of the forestry sector to the Gross Domestic Regional Product (PDRB) for the last seven is relatively small. This study is conducted to determine the actual role of forestry sector in East Java's economy, through its contribution to the PDRB, linkages with other sectors of the economy, and its ability to promote the economic growth. The data used in this study are the data from Input-Output Table of East Java Province in 2006 and 2010. Several analysis consisting of contribution analysis, multiplier analysis, linkage analysis, and key sectors analysis are performed by Rasmussen/Hirschman method. The analysis result shows that the contribution of forestry sector is the biggest to the economy of East Java province, either to output, intermediate demand, or final demand. In general, the forest industry has a greater output and income multiplier than primary forest. This reveals the forestry industry has a high capability to increase output and income. Backward linkage value of forestry sector is higher than its forward linkage. Based on key sectors analysis, the wood, furniture, and crafts industry belongs to leading sector category. On the other hand, the paper, lumber, and other forest products industry belongs to non-leading sector category. Keywords: forestry sector, input-output table, contribution, forward linkage, backward linkage, multipliers, leading sectors

Kata Kunci : sektor kehutanan, tabel input-output, kontribusi, keterkaitan ke depan, keterkaitan ke belakang, pengganda, sektor unggulan; forestry sector, input-output table, contribution, forward linkage, backward linkage, multipliers, leading sectors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.