Laporkan Masalah

PENGARUH KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI SUMBER TANIN TERHADAP PARAMETER FERMENTASI DAN KECERNAAN NUTRIEN SECARA IN VITRO

IDIYAHSARI, Ir. Chusnul Hanim, M.Si

2014 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kulit buah manggis sebagai sumber tanin terhadap faktor fermentasi (pH, NH3, protozoa, dan protein mikrobia) dalam rumen dan kecernaan nutrien pakan secara in vitro. Penelitian dilakukan dengan metode Tilley dan Terry 1 tahap untuk kecernaan dalam rumen dan metode Tilley dan Terry 2 tahap yang dimodifikasi untuk kecernaan pasca rumen. Kulit buah manggis (Garciniamangostana L.) yang ditambahkan setara dengan level tanin 0, 0,25, 0,50, dan 0,75% BK pakan. Pakan terdiri dari 60% rumput raja dan 40% bekatul. Dilakukan 3 kali pengulangan untuk setiap perlakuan dengan masa inkubasi 48 jam untuk 1 tahap dan 96 jam untuk 2 tahap. Parameter yang diamati adalah konsentrasi NH3, pH, jumlah protozoa, protein mikrobia, KcPK, KcBK dan KcBO. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi pola searah dilanjutkan dengan uji Duncan�snew multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan Penambahan kulit buah manggis sampai level 0,75% BK berpengaruh nyata, konsentrasi NH3 turun 40,89% dari kontrol, jumlah protozoa turun 55,56% dari kontrol, dan protein mikrobia meningkat 53,85% dari kontrol (P<0,05). Penambahan tanin kulit buah manggis sampai level 0,75% BK tidak berpengaruh nyata terhadap pH, KcPK, KcBK dan KcBO dalam rumen maupun pasca rumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tanin kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sampai level tanin 0,75% BK secara nyata menurunkan konsentrasi NH3 dan jumlah protozoa, menaikkan sintesis protein mikrobia, dan tidak berpengaruh terhadap pH, KcPK, KcBK, dan KcBO.

This experiment was conducted to determine the effect of mangosteen peel as source of tannin on in vitrorumen parameter of fermentation (pH, NH3, protozoa, and microbial protein) and feed nutrient digestibility. The experiment was done using Tilley and Terry 1 phase method for rumen digestibility and 2 phase for post rumen digesbility. The addition of mangosteen (Garciniamangostana L.) peel equal to tannin level of 0, 0.25, 0.50 and 0.75% dry matter (DM) of feed. Each treatment was consisted of three replications. Substrat consisted of 60% king grass and 40% rice bran. The incubation was carried out for 48 hours (1 phase) and 96 hours (2 phases). Variable using analysis of were NH3 concentration, pH, protozoa number and microbial protein, crude protein digetibility (CPD), dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). Data were analyzed variance using one way design and continue by Duncan�s new multiple range test (DMRT). The result showed that addition of mangosteen peel as tannin source up to 0.75% DM decreased NH3 consentration 40.89% compared to control, decreased protozoa number 55.56% compared to control, and increased microbial protein 53.85% compared to control (P<0.05). The addition of mangosteen peel as tannin source up to 0.75% DM had no effect on pH, rumen and post rumen CPD, DMD, and OMD. It could be concluded that addition taninn up to 0.75% DM from mangosteen (Garcinia mangostana L.) peel decreased NH3 and protozoa number, increased microbial protein, and had no effect on pH, rumen and post rumen CPD, DMD, and OMD.

Kata Kunci : Kulit Buah Manggis, Tanin, Faktor Fermentasi, Kecernaan Nutrien, In Vitro, Mangosteen (Garciniamangostana L.) Peel, Tannin, Parameter of Fermentation,Nutrient Digestibility


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.