Laporkan Masalah

Pengertian dan Dinamika Persahabatan pada Remaja Sekolah Menengah Atas: Sebuah Pendekatan Indigenous Psychology

BANYU WICAKSONO, Dr. Maria Goretti Adiyanti, M.S.

2014 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Studi ini mengeksplorasi dinamika persahabatan pada sampel remaja dengan latar belakang suku jawa menggunakan pendekatan indigenous psychology. Studi ini melibatkan 120 responden yang terdiri dari 38 laki-laki dan 82 perempuan. Data didapatkan menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka (open-ended questionnaire) yang menanyakan mengenai berbagai macam komponen persahabatan antara responden dengan sahabat(-sahabat)nya. Data dikategorisasi menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untk mengidentifikasi kata kunci dari respon-respon yang ada. Kata kunci tersebut kemudian disajikan dengan tabulasi silang menggunakan jenis kelamin responden sebagai persilangannya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat dua tema besar yang menjadi dasar persahabatan antara responden dengan sahabatnya yaitu kebersamaan dan kesamaan. Hasil juga menunjukkan bahwa semua komponen-komponen persahabatan yang muncul saling terhubung. Kebersamaan memunculkan pemahaman dan kualitas ada membersamai dalam semua situasi. Sementara pemahaman memunculkan pengertian sehingga individu bisa menjadi diri mereka sendiri dihadapan sahabatnya. Sementara itu, kesamaan antara individu dan sahabatnya menjadi pelumas komunikasi diantara keduanya. Dengan memiliki common ground, individu dapat menemukan topik dan menjalin komunikasi yang hangat dan membangun kenyamanan berdasarkan kesamaan. Lebih lanjut, bersama dengan trust, komunikasi hangat yang terjalin perlahan berkembang menjadi proses self-disclosure, dan self-disclosure lah yang membantu menumbuhkan pemahaman diantara kedua individu tersebut. Kesemua komponen tersebut berjalan secara harmonis, bersama-sama membangun sebuah relasi di mana individu bisa menemukan orang yang selalu ada menemani dalam keadaan senang maupun susah, mengenal kita dengan dekat sehingga ia dapat memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan kita; seorang sahabat.

This study explores the dynamics of friendship in sample Javanese adolescents using indigenous psychology approach. This study involves 120 respondents, consists of 38 Male and 82 Female. The data were obtained using an open-ended questionnaire, which it asks about many components of friendship between respondents and their best friends. The data was then categorized using content analysis to identify the keywords within the responses. The keywords were cross-tabulated using sex as the filter. The result showed that there are two major theme that underlies friendship between respondents and their best friends namely Togetherness and Comonness. The result also shows an interdependence between components of friendship. Togetherness forms understanding and a quality called being there during joy and despair between the respondents and their best friend. Understanding that formed between them, and mediates by the feeling of security and trust, formed an atmosphere where the two of them are able to show their true self, free of their masks and �be myself�. In the other hand, commonness facilitates a good communication between them and builds pleasant sense when being together. Furthermore, good communication along with trust slowly develop into a process of self-disclosure, and self-disclosure facilitates understanding to grow bigger between respondents and their best friends. All of those components works in harmony, together they form a relation which an individual will find a person who always being there in time of joy and despair, understands him/her well and willing to accept them as who they are; a best friend.

Kata Kunci : Persahabatan, Remaja, Kebersamaan, Kesamaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.