Laporkan Masalah

ROAD SAFETY PERCEPTION TOWARDS SUSTAINABLE TRANSPORT: A Case of Road Safety Programs in Yogyakarta, Indonesia

ZUNI ASIH N., Prof Ir Siti Malkhamah MSc. Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas sampai saat ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai penelitian terkait program keselamatan jalan telah dihasilkan secara aktif. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan satu set skema yang mengarah pada perbaikan kebijakan keselamatan jalan dengan terlebih dahulu memahami persepsi pengguna jalan di program keselamatan jalan saat ini berkaitan dengan masalah keselamatan jalan, kemudian menganalisanya bersama dengan peran aktor lain dalam mencapai transportasi yang berkelanjutan. \\"The Five Pillars\\" sebagai rencana aksi keselamatan jalan saat ini, secara resmi dinyatakan secara internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia dalam rangka mewujudkan mobilitas yang aman dan zero accident. Yogyakarta sebagai studi kasus dalam desain penelitian kualitatif ini menggunakan teknik triangulasi dalam pengumpulan data dengan mengacu pada “Lima Pilar” dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan sebagai standar kualitas dan verifikasi. Judgement sampling digunakan untuk peserta terpilih dalam beberapa kategori (pelajar SMA, mahasiswa dan pekerja) sebagai subyek dan korban yang sebagian besar sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori Road Safety, The Theory of Planned Behaviour, Sustainable Transport, Value Creation dan Hongkong Transport Policy dalam bagian Landasan Teori. Berdasarkan hasil analisa penelitian, masih terdapat kesenjangan persepsi antara pengguna jalan dan petugas keselamatan jalan seperti polisi dalam pelaksanaannya. Hal ini disebabkan oleh penyimpangan dalam pelaksanaan program keselamatan jalan. Peran persepsi pengguna jalan dalam hal ini sangat dibutuhkan sebagai umpan balik dalam penyusunan rekomendasi, evaluasi bagi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program-program dan kebijakan public dibidang transportasi. Oleh karena itu, satu set peningkatan koordinasi diantara para stakeholder, manajemen sumber daya manusia, angkutan umum, infrastruktur, dan lalu lintas penegakan hukum perlu diajukan sebagai implikasi manajerial dalam mendapatkan transportasi yang berkelanjutan (sosial, ekonomi dan lingkungan). Key Words: Keselamatan jalan, sustainable transport, The Five Pillars, zero accident, persepsi, kebijakan publik

The number of fatalities due to traffic accidents to date has reached worrying levels. Thus, various research which concern on road safety programs were actively generated. The aims of this study is suggests a set of scheme on road safety policy improvement in Yogyakarta by firstly understanding the road user perception on current road safety programmes related to road safety problems, then analyse it along with other actor’s role in achieving sustainable transport. “The Five Pillars” as current road safety action plan, officially declared internationally by World Health Organization (WHO), have been conducted in many countries, including Indonesia to actualize safe mobility and “zero accident”. Using Yogyakarta as a case study within the research design, this qualitative study are conducting triangulation technique in data collection which referencing the “The Five Pillars” as standards of quality and verification. Judgement sampling is used for selected participants in several categories (senior high school students, college students and workers) as the subject and victim that mostly involved in road traffic accident. Furthermore, The Theory of Planned Behaviour, Sustainability, Value Creation and Hong Kong’s Transport Policy are several literature that have been used in theoretical part. Based on the results, it indicates there still existed a gap of perception between road users and road safety officer such as police, underlined the irregularities of some programmes implementation. Conclusions, the gap on road safety perception is emerge due to the existence of irregularities within the road safety programs implementation. The role of road user perception are contributed as feedback reccomendation, evaluation for stakeholders in policy implementation and programmes development such as enhancing a walkable city in future. Therefore, a set of improvement on stakeholder coordination, human resource management, public transport, infrastructure, and traffic law enforcement proposed as managerial implication in gaining sustainable transport (social, economic and environmental). Key Words: Road safety, sustainable transport, The Five Pillars, safe mobility, zero accident, perception, transport policy

Kata Kunci : Keselamatan jalan, sustainable transport, The Five Pillars, zero accident, persepsi, kebijakan publik; Road safety, sustainable transport, The Five Pillars, safe mobility, zero accident, perception, transport policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.