Laporkan Masalah

KORELASI ANTARA KADAR FERITIN SERUM IBU MELAHIRKAN DENGAN KADAR FERITIN SERUM BAYI BARU LAHIR DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

ZULFIKAR IHYAUDDIN, dr. Tri Ratnaningsih, Sp.PK(K), M.Kes.; Prof. Dr. Budi Mulyono, Sp.PK(K), MM.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Besi merupakan salah satu nutrisi yang sering ditemui dalam keadaan defisiensi di masyarakat. Salah satu subjek yang paling rentan mengalami defisiensi besi adalah ibu hamil, hal ini diakibatkan karena perubahan fisiologis yang terjadi dan mungkin pula akibat keadaan patologis. Kadar besi dalam sirkulasi ibu berpengaruh dalam fisiologi transfer besi yang terjadi melalui transfer plasenta. Pemeriksaan kadar feritin serum memiliki potensi untuk mengestimasi kadar feritin serum janin melalui kadar feritin ibu hamil karena dianggap mempunyai korelasi yang baik dengan kandungan besi dalam sumsum tulang. Tujuan : Mengetahui korelasi antara kadar feritin serum ibu melahirkan dengan kadar feritin serum bayi baru lahir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Metode : Penelitian merupakan jenis analitik cross sectional dengan menggunakan data primer, yaitu data kadar feritin serum ibu melahirkan dan kadar feritin serum bayi baru lahir. Pemeriksaan sampel dilaksanakan di laboratorium Parahita dan Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Hasil : Subjek yang dianalisis berjumlah 242. Melalui uji korelasi Spearman, didapatkan nilai korelasi positif yang signifikan antara kadar feritin serum ibu melahirkan dengan kadar feritin serum bayi baru lahir dengan kekuatan yang lemah (nilai r = 0,128, p < 0,05). Kesimpulan : Terdapat korelasi antara kadar feritin serum ibu melahirkan dengan kadar feritin serum bayi baru lahir dengan korelasi positif yang sangat lemah.

Background : Iron is one of nutrition which is commonly met on deficient condition. Pregnant woman is vulnerable population for having that condition because of the physiologic condition or pathologic condition that may be happened. Iron level circulating in maternal has influence on iron transfer process through placenta. Ferritin serum assessment has potential function to estimate ferritin serum of the womb because of its good correlation with iron content in maternal bone marrow. Purpose : To know the correlation between ferritin serum level of labor woman and ferritin serum level of newborn baby in RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Method : Experiment is done as cross sectional analytic experiment by analyzing primary data of ferritin serum level of labor woman and ferritin serum level of newborn baby. Sample examination is held in Parahita Laboratory and Clinical Pathology laboratory of RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Result : The total subject is 242. Through Spearman correlation analysis, we get positive significant correlation between ferritin serum level of labor woman and ferritin serum level of newborn baby (r = 0,128, p < 0,05). Conclusion : There is very weak correlation between ferritin serum level of labor woman and ferritin serum level of newborn baby.

Kata Kunci : defisiensi besi, feritin serum, ibu melahirkan, bayi baru lahir.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.