KEKRISTENAN DAN POLITIK: PERGULATAN POLITIK UMAT KRISTEN DI INDONESIA PADA ERA REFORMASI
RICHARD DAULAY, Prof. Dr. Djoko Suryo; Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno; Prof. Dr. Jan Sihar Aritonang
2014 | Disertasi | S3 ILMU AGAMA DAN LINTAS BUDAYADisertasi ini membahas sikap politik umat Kristen terhadap kebangkitan Islam politik di Indone ia pada Era Reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dua aspek penting yakni bagaimana Islam politik mengalami kebangkitan di Indonesia pada Era Reformasi, dan bagaimana sikap dan respons umat Kristen (Protestan) di Indonesia menghadapi gerakan kebangkitan Islam politik pada Era Reformasi di Indonesia, ketika kebebasan beragama dan pemajuan HAM sedang mengalami hambatan serius. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan sumber sumber tertulis dan wawancara. Sumber-sumber primer diperoleh dari arsip-arsip PGI, PGLII, Mabes TNI dan arsip pribadi. Buku-buku dan disertasi yang berkaitan dengan masalah kebangkitan Islam politik di Indonesia yang jumlahnya cukup banyak dewasa ini memberikan banyak informasi aktual, yang tersedia di berbagai perpustakaan, seperti perpustakaan pribadi, perpustakaan Freedom Institute, perpustakaan STT Jakarta, perpustakaan Columbia University, New York. Fakta-fakta sejarah mengenai pokok bahasan ini diperoleh melalui wawancara dengan sejumlah tokoh Islam maupun Kristen. Karena studi ini merupakan studi tentang agama dan lintas budaya, yang membahas tentang seluk-beluk hubungan antara agama dan negara dan hubungan antara umat beragama, terutama antara Kristen dan Islam di Indonesia, maka studi ini bersifat multi-disiplin, dengan menggunakan ilmu politik, ilmu sejarah, dan ilmu hukum sebagai alat analisis. Temuan yang diperoleh sebagai kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Agama Kristen• dan datang ke Indonesia bukan dengan kekuatan militer, tetapi datang dengan kekuatan iman dengan cara-cara damai. Selama perang kemerdekaan Indonesia umat Kristen aktif ambil bagian dalam perang, sehingga umat Islam melihat umat Kristen sebagai ternan sebangsa yang setara; (2) Terdapat tiga tipologi sikap politik umat Kristen di Indonesia terhadap kebangkitan Islam politik pada Era Reformasi. Pertama, sikap mengutamakan kerjasama lintas agama dalam rangka menegakkan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, sikap mendapatkan porsi kekuasaan politik untuk memperjuangkan kepentingan umat Kristen di Indonesia. Ketiga, sikap mengutamakan penguatan otonomi daerah dalam rangka memperkuat hubungan antara daerah (suku) dan gereja.
This dissertation discusses the political attitudes of Christians toward the rise of Islamism in Indonesia during the Reformation Era. This study aims to address two important events: the resurgence of political Islam in Indonesia during the Reformation Era, and the response of Protestant Christians to political Islam during this same era when human rights and religious freedom were being threatened. This study is a qualitative study that uses written sources and interviews. Primary sources obtained from the archives of PGI, PGLII, TNI headquarters and private archives. The books and dissertations related to the rise of political Islam problem in Indonesia, which is quite a lot these days give a lot of actual information, which is available in many libraries, such as the private library, a library of Freedom Institute, Jakarta STT library, and library of Columbia University, New York. Historical facts on this subject was obtained through interviews with a number of prominent Muslim, and Christian. Because this study is the study of religion and culture which discusses the intricacies of the relationship between religion and the state and relations between religious communities, especially between Christians and Muslims in Indonesia, this study is multi-disciplinary, using political science, history and laws as a tool of analysis. The findings obtained as a conclusion of this study are: (1) Christianity and Islam came to Indonesia not by force, but it came with the power of faith by peaceful means, so both can cooperate and improve religious tolerance; (2) There are three types of political attitudes of Christians in Indonesia concerning the rise of political Islam in the Reformation Era. First, the attitude (stance) of interfaith cooperation to promote Pancasila and the 1945 Constitution. Secondly, the attitude of receiving a share of political power to fight for the interests of Christians in Indonesia. Third, the need to strengthen the attitude of local autonomy in order to revitalize the relationship between ethnicity with churches
Kata Kunci : Indonesia, Kristen, Islam politik, Pancasila, Reformasi