Pengaruh Room Service terhadap Biaya Makanan (Food Cost) dan Biaya Sisa Makanan Pasien rawat Inap
SRI KADARYATI, Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes.; Dr. Lily Arsanti Lestari, STP, MP
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang:Selain nilai terapi, makanan mempunyai nilai ekonomi dalam pembiayaan rumah sakit. Sisa makanan di rumah sakit masih tinggi. Kurangnya asupan makanan berhubungan dengan sistem distribusi makanan karena keterbatasan pemilihan menu atau persiapan. Sistem room service memungkinkan adanya fleksibilitas waktu pemesanan dan pilihan menu.Pelaksanaan room service pada beberapa rumah sakit meningkatkankualitas makanan, asupan makan serta kepuasan pasien, dan menurunkan biaya makanan. Tujuan : Mengetahui pengaruh room service terhadap biaya makanan dan biaya sisa makanan pada pasien rawat inap. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental statik dengan 61 subjek di ruang rawat inap Kelas I dan II RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Subjek terbagi menjadi kelompok room service dan konvensional. Biaya makanan (food cost) dihitung berdasarkan penggunaan bahan makanan dalam satu porsi. Sisa makanan (plate waste) dilihat selama 3 hari dengan metode visual comstock 7 poin, kemudian dikonversikan ke biaya sisa makanan. Perbedaan biaya makanan dan biaya sisa makanan dianalisis menggunakan Two Sample Independent T-test atau uji Mann-Whitney. Hasil :Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada biaya makanan antara kelompok room service dan kelompok konvensional, baik pada total biaya makanan maupun pada biaya makanan yang telah dianalisis berdasarkan masing-masing komposisi menu (makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, ekstra lauk hewani, buah, ekstra buah, minuman, dan snack) (p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan pada biaya sisa makanan yang telah tersaji antara kelompok room servicedan konvensional pada lauk hewani, lauk nabati, sayur, ekstra lauk hewani, buah, ekstra buah, snack, dan total biaya (p < 0,05). Biaya sisa makanan yang telah tersaji pada makanan pokok dan minuman tidak berbeda signifikan (p > 0,05). Kesimpulan :Tidak ada perbedaan biaya makanan antara kelompok room service dan kelompok konvensional. Ada perbedaan biaya sisa makanan yang telah tersaji antara kedua kelompok
Background:In addition tothetherapy, foodhad economic valuein the hospital finance.Food wastein hospitalswas still high. Lack offood intakerelate tothe service system. Room serviceallowedtheflexibility ofload timeandmenu selection.The implementation of room serviceathospitalscould improve food quality,foodintake, patientsatisfaction, and reducefoodcosts. Objective : To studythe influence ofroom serviceforfoodcostsandplate waste costsinhospitalizedpatients. Method: This study was apre-experimental staticwith61subjectsin theinpatient unitof Class IandIIRSUD WaledKabupaten Cirebon. Subjectswere dividedintoroom serviceandconventionalgroup. Food costswas calculated based ingredientin amenu portion. Plate wastewas observedfor 3dayswithvisualcomstock7points methode,thenconvertedtothe platewaste costs. The difference inthe foodcostsandplate waste costswas analyzedusingTwoSampleIndependentT-testorMann-Whitney Test. Result: Statistical analysis showedthatthere was nosignificant differenceinfood costsbetween room serviceandconventionalgroup(p>0.05). There were significant differencesin thefood waste costs of animal side dish, vegetableside dish, vegetable, extraof animal side dish, fruit, extrafruit, snack, andtotalfood costbetween room serviceand conventional(p <0.05). The food wastecostsof staple foodanddrinkdidn�t differsignificantly(p>0.05). Conclusion: There was nosignificant difference in food costbetween theroom serviceandconventionalgroup. There was significant difference inthefood waste costbetweenthe two groups
Kata Kunci : pelayanan makanan, room service, biaya makanan, sisa makanan, food cost