Laporkan Masalah

Evaluasi Penanganan Ruas Jalan Nasional: Studi Kasus: Jalan Nasional di Wilayah Kerja Satker P2JN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

AHMAD ARIEF TEGUH BU, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T.

2015 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Pemeliharaan jalan dalam Permen PU No 13 Tahun 2011 tentang tata cara pemeliharan dan penilik jalan menyatakan pola pemeliharaan jalan harus selalu dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi, dimana jenis pemeliharaan pada suatu ruas jalan harus sesuai dengan kondisi jalan yang ada dan dana yang tersedia. Dana yang diperoleh untuk penanganan jalan nasional sepanjang 509,58 km di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setiap tahunnya meningkat. Seiring besarnya dana untuk penanganan jalan nasional di provinsi Kepulauan Bangka Belitung maka penting untuk dilakukan evaluasi terhadap efektifitas dan efisiensi dari pemrograman pemeliharaan jalan yang dilakukan dari Tahun 2012 sampai dengan 2014. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan tingkat kebutuhan penanganan jalan tiap segmen pada masing-masing ruas jalan nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2012-2014 berdasarkan kondisi perkerasan yang didasarkan pada jumlah LHR dan nilai IRI serta kondisi lalu lintas yang didasarkan dengan nilai derajat kejenuhan. Proses selanjutnya membandingkan tingkat kebutuhan dengan tingkat realisasi yang dilakukan menggunakan model efektifitas penanganan jalan hasil modifikasi model IPA (Importance Performance Analysis), yang memetakan masalah dalami 4 (empat) kuadran yaitu kuadran-I (penanganan perlu ditingkatkan), kuadran-II (penanganan jalan efektif), kuadran-III (penanganan jalan berlebihan boros); kuadran-IV (kebutuhan rendah dan ditangani sesuai kebutuhan sehingga efektif), sehingga yang memerlukan perhatian serius adalah yang ada dalam kuadran-I dan kuadran III. Hasil analisis efektifitas penanganan tiap ruas jalan nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2012 sepanjang 0,04% (0,2 km) panjang jalan nasional masuk dalam kuadran-I (penanganan perlu peningkatan) dan 16,6% (92,454 km) panjang jalan nasional berada dalam kuadran-III (penangananan boros). Tahun 2013 tidak ada ruas jalan yang masuk dalam kuadran-I, sedangkan ruas jalan yang berada dalam kuadran-III adalah 16,1% (89,418 km) panjang jalan nasional. Tahun 2014 ruas jalan yang masuk dalam kuadran-I adalah panjang jalannya 0,04% (0,2 km) panjang jalan nasional. Sedangkan yang masuk dalam kuadran-III adalah sepanjang 4,3% (23,659 km) panjang jalan nasional. Penyimpangan yang terjadi pada kuadran-I adalah pada tahun 2012 kebutuhan rekonstruksi ditangani dengan pemeliharaan rutin dan tahun 2014 kebutuhan pemeliharaan berkala ditangani dengan pemeliharaan rutin. Penyimpangan yang terjadi pada kuadran-III adalah kebutuhan pemeliharaan rutin ditangani dengan pelebaran dan kebutuhan pemeliharaan rutin ditangani dengan pemeliharaan berkala. Kata Kunci : Evaluasi, Efektifitas,Kuadran Efektitas, Penyimpangan

Maintenance of roads in ministerial of public work regulation’snumber 13/PRT/M/2011 regarding the procedures for maintenance and road overseer stated pattern of road maintenance should always be done by considering the effectiveness and efficiency, which is the type of maintenance on a road section shall be in accordance with the existing road conditions and available funds. The funds raised for the handling National Highway in Bangka Belitung Islands annually increased. As the amount of funds for the handling of national roads in the province of Bangka Belitung it is important to do an evaluation of the effectiveness and efficiency of road maintenance programming starting from 2012 up to 2014. The study begins by identifying the level of road maintenance needed of each segment in each of the national roads in the province of Bangka Belitung years of 2012- 2014 based on the pavement condition that based on number of LHR and IRI and also traffic conditions that based on the value of V/C ratio. The next process is to compare the level of needs with the level of realization is done used the model of the effectiveness of the handling that modified model of IPA (Importance Performance Analysis), which an outlined the problem into 4 (four) quadrant is quadrant-I (handling needs to be improved), quadrant-II (road handling effective), quadrant-III (excessive road handling wasteful); quadrant-IV (low needs and addressed as needed so effectively), so quadrant I and quadrant III are needed seriouslyattentions. The results of the analysis of an effectiveness for the handling an each national roads in the province of Bangka Belitung in 2012 along the 0.04% (0.2 miles) long national roads included in the quadrant-I (handling needs improvement) and 16.6% (92.454 km) long road national are in quadrant III (handling of this wasteful). In 2013 there was no road into that way is in the quadrant-I, while roads that are in quadrant III is 16.1% (89.418 km) length of national roads. In 2014 road into that way’s the quadrant-I of path length of 0.04% (0.2 miles) long national road. While entering the quadrant-III are all 4.3% (23.659 km) length of national roads. In 2012,deviations in quadrant-I was dealt with the reconstruction needs regular maintenance and periodic maintenance needs in 2014 dealt with routine maintenance. Deviations in quadrant III needs a routine maintenance for handled by widening and routine maintenance with regular maintenance. Keywords: Evaluation, Effectiveness, Quadrant Effectiveness, Irregularities

Kata Kunci : Evaluasi, Efektifitas,Kuadran Efektitas, Penyimpangan; Evaluation, Effectiveness, Quadrant Effectiveness, Irregularities


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.