PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN ASMA DAN FREKUENSI SERANGAN ASMA DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) MAGELANG
WIDARIKA SANTI H, Dr. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.App.Sc., Apt.
2014 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPemberian edukasi pada pasien asma merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kontrol asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi yang diberikan oleh farmasis terhadap tingkat pengetahuan asma dan frekuensi serangan asma di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pretest postest dengan kelompok kontrol. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan pedoman edukasi dan Tes Tingkat Pengetahuan Asma. Tes Tingkat Pengetahuan Asma berupa kuesioner yang berisi 22 pertanyaan mengenai asma. Penentuan kelompok sampel penelitian dilakukan secara random allocation. Subyek uji terdiri dari 37 pasien pada kelompok perlakuan dan 37 pasien pada kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan pasien diberikan edukasi pada awal pertemuan dengan cara ceramah dan kemudian diberikan buklet materi edukasi. Penilaian tingkat pengetahuan dan frekuensi serangan asma dilakukan tiga bulan setelah pemberian edukasi. Analisa dilakukan secara statistik dengan uji T untuk melihat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan asma dan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan frekuensi serangan pada masing-masing kelompok serta Mann-Whitney untuk melihat perbedaan frekuensi serangan asma antara kelompok kontrol dan perlakuan. Tes Tingkat Pengetahuan Asma yang dihasilkan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Hasil statistik diperoleh bahwa pemberian edukasi mampu meningkatkan pengetahuan asma p=0,00 (α<0,05) dan menurunkan frekuensi serangan asma pada pasien p=0,00 (α<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penurunan frekuensi pada penelitian ini tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian edukasi namun juga faktor lain karena tidak terdapat perbedaan penurunan frekuensis serangan asma yang signifikan pada kelompok kontrol dan perlakuan. Kata kunci : asma, tingkat pengetahuan asma, frekuensi serangan asma, edukasi
Asthma education can increase asthma knowledge and improve asthma control. The purpose of this study was to determine the effect of education that given by pharmacist on asthma knowledge and asthma attack on Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang. This is an experimental study with control group design with pretest-postest. We make education and Asthma Knowledge Level Test first. Asthma Knowledge Level Test is an asthma questionnaire that include 22 question about asthma. Patient divided into two group : patient who received education (treatment group) and patient without education (control group). Number of test subject 74 patients, consisting of 37 patients treatment group and 37 patients control group. Providing education in the treatment group performed once at first month and assessment of asthma knowledge and asthma attack three months after education. Analysis of statistical used were T-Test to see asthma knowledge and Wilcoxon to see difference asthma attack before and after education in each group and Mann- Whitney to see diffrence of asthma attack between treatment group and control group. Asthma Knowledge Level Test is a valid and relieble questionnaire. This study conclude that education can increased asthma knowledge p=0,00 (α<0,05) and decreased asthma attack p=0,00 (α<0,05). But decresed on asthma attack not only because of education but it can affected by another factor. Key word : asthma, asthma knowledge, asthma attack, education
Kata Kunci : asma, tingkat pengetahuan asma, frekuensi serangan asma, edukasi; asthma, asthma knowledge, asthma attack, education