Laporkan Masalah

PERBANDINGAN ANGKA SEKSIO SESAREA ANTARA KELOMPOK DENGAN RISIKO DAN TANPA RISIKO MENURUT KARAKTERISTIK OBSTETRIKA ROBSON DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI YOGYAKARTA TAHUN 2009-2013

MIFTAHUL HADI ZAINUDDIN, dr. Rukmono Siswishanto, M.Kes., SpOG(K);Prof. dr. H. M. Sulchan Sofoewan, Ph.D., SpOG(K)

2014 | Tesis | SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar belakang: Di Indonesia, angka seksio sesarea tahun 2005 sebesar 29,6%, terjadi peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 1997 sebesar 4,3%. Peningkatan angka seksio sesarea meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas maternal yang meliputi perawatan di Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU), transfusi darah, histerektomi, maupun ligasi Arteri Iliaka Interna. Peningkatan angka seksio sesarea juga meningkatkan kebutuhan akan biaya dan sumber daya manusia. World Health Organization menyebutkan tahun 2008 terdapat 6,2 juta seksio sesarea yang tidak perlu dengan beban biaya berlebih sebesar 2,32 milyar dollar Amerika. Audit klinik dan pengawasan terhadap seksio sesarea yang tidak perlu masih merupakan cara yang efektif untuk menurunkan besarnya angka seksio sesarea di dunia. Tujuan: Melihat kecenderungan angka seksio sesarea yang terjadi di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta selama lima tahun terakhir serta membandingkan angka seksio sesarea antara kelompok berisiko dengan kelompok tanpa risiko menurut karakteristik obstetrika Robson. Cara penelitian: Penelitian secara Kohort Retrospektif digunakan dengan subyek penelitian semua wanita hamil yang melahirkan bayi hidup di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta pada tahun 2009-2013. Hasil: Angka seksio sesarea di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta tahun 2009-2013 sebesar 40,7%, dengan peningkatan rata-rata 0,88% tiap tahun, dimana peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2012 (4,8%). Angka seksio sesarea tertinggi terjadi pada kelompok wanita dengan kehamilan tunggal, nullipara, presentasi kepala, umur kehamilan >=37 minggu dalam persalinan spontan yaitu sebesar 7,9% (19,5% dari seluruh angka seksio sesarea tahun 2009-2013). Kelompok dengan risiko (kelompok Robson 2,4,5,6,7,8,9 dan 10) (OR 4,59, p=0,000, IK 95% 4,15-5,08) dan usia ibu bersalin >35 tahun (OR 1,60, p=0,000, IK 95% 1,43-1,78) meningkatkan angka seksio sesarea tahun 2009-2013 di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Kesimpulan: Angka seksio sesarea di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta tahun 2009-2013 sebesar 40,7%, dimana angka seksio sesarea pada kelompok dengan risiko lebih tinggi (27,9%) dibandingkan dengan ibu tanpa risiko (12,8%) (p=0,00). Kata kunci: Angka seksio sesarea, klasifikasi Robson, Rumah Sakit Sardjito.

Backgrounds: In Indonesia, cesarean section rate in 2005 was 29.6 %, an increase when compared to 1997 by 4.3 %. Escalation on cesarean section rate increase maternal morbidity and mortality: maternal care in the Intensive Care Unit (ICU), blood transfusion, hysterectomy, or Internal Illiac Artery ligation surgery. Esclation on cesarean section rate also increase the need for cost and human resources. World Health Organization said that in 2008 there were 6.2 million unnecessary cesarean sections with excess costs 2.32 billion U.S. dollars. Clinical audit and supervision of unnecessary cesarean sections are still as effective as to reduce cesarean section rate in the world. Objectives: Describe trend of cesarean section rate in Sardjito Hospital during the past five years and compare cesarean section rate among risk group using Robson's obstetrics classification. Methods: Retrospective cohort were used to study all pregnant women who delivered a live infant at Sardjito Hospital in 2009-2013. Results: Cesarean section rate at Sardjito Hospital in 2009-2013 was 40.7 %, with average increase 0.88 % per annum, which the largest increase occurred in 2012 (4.8 %). The highest cesarean section rate (7,9%) occured among women with singleton baby, nullipara, cephalic presentation, with gestational age >=37 weeks in spontaneous labor (19.5 % of all cesarean section rate in 2009-2013). Risk group (Robson's group classification 2,4,5,6,7,8,9 and 10) (OR 4,59, p=0,000, IK 95% 4,15-5,08) and maternal age >35 years (OR 1,60, p=0,000, CI 95% 1,43-1,78) were factors that increase cesarean section rate in 2009-2013 at Sardjito Hospital. Conclusions: Cesarean section rate at Sardjito Hospital in 2009-2013 amounted 40.7 %, where the cesarean section rate in the group with risk (27.9 %) statistically higher than the group without risk (12.8 %) (p= 0.00). Keywords: cesarean section rate, Robson's obstetrics classification, Sardjito Hospital.

Kata Kunci : Angka seksio sesarea, klasifikasi Robson, Rumah Sakit Sardjito


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.