Laporkan Masalah

PENGARUH MODAL MANUSIA DAN KELEMBAGAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA MAGELANG, 1983-2013

ROIS MUSTOFA, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Penetapan Kota Magelang sebagai pusat pertumbuhan kawasan Purwomanggung berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi JawaTengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029, memberikan konsekuensi logis bahwa Kota Magelang harus mampu menjadi jangkar bagi wilayah Purwomanggung untuk menjamin pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Kondisi tanpa sumber daya alam, wilayah yang kecil, dan jumlah penduduk sedikit menjadikan modal manusia menjadi penopang utama untuk pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal manusia dan kelembagaan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang dengan data time series dari tahun 1983-2013. Modal manusia diteliti dengan menggunakan proksi rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup dan produktivitas tenaga kerja(proporsi PDRB terhadap tenaga kerja), sedangkan variabel kelembagaan digunakan variabel dummy Otonomi Daerah. Metoda analisis yang digunakan adalah estimasi regresi linier dinamik dengan model Engel-Grenger ECM(Error Correction Model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, modal manusia dan kelembagaan secara statistik tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dalam hal ini pendapatan perkapita riil. Walaupun demikian, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh kearah yang positif. Variabel produktivitas berpengaruh positif dan signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil analisis lebih mendalam dari data empiris menunjukkan bahwa pengaruh negatif rata-rata lama sekolah terhadap pendapatan per kapita riil dalam jangka panjang adalah sebuah efek dari tidak terserapnya seluruh output dunia pendidikan formal, terutama lulusan pendidikan tinggi dalam pasar kerja. Hal ini mengindikasikan lemahnya penciptaan lapangan pekerjaan bagi lulusan pendidikan tinggi di Kota Magelang dan mengingatkan kita asumsi dasar penting bahwa investasi dalam modal manusia akan menjadi kurang berarti bilamana tidak terjadi full employment dalam perekonomian.

Determination of Magelang as regional growth pole of Purwomanggung Region based on Central Java Provincial Regulation No. 6 of 2010 on Spatial Planning (Spatial) Central Java Year 2009 to 2029, providing a logical consequence that Magelang has to become an anchor for the area Purwomanggung to ensure economic growth an ongoing basis. Conditions without natural resources, small area and low population numbers make the main role of human capital for economic growth. This study aims to analyze the influence of human capital to economic growth and institutional Magelang with time series data from the years 1983 to 2013. Human capital proxy examined using the average length of school, life expectancy and labor productivity (GDP proportion of the labor force), while the institutional variables used dummy variables Autonomy. The method of analysis used is the estimation of dynamic linear regression model with Engel-Grenger ECM (Error Correction Model). The results showed that in the short term, human capital and institutions are not statistically significantly affect economic growth, in this case the real per capita income. However, both these variables influence positive direction. Productivity variable positive and significant effect in both the short term and long term. The results of further analysis of empirical data showed that the negative effect of the average school attainment to the real per capita income in the long term is an effect of not absorb the entire output of formal education, especially higher education graduates in the labor market. This indicates a lack of job creation for graduates of higher education in Magelang and reminds us important basic assumption that investment in human capital will be less meaningful if full employment in the economy is not reached.

Kata Kunci : Modal Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Per Kapita Riil, Kelembagaan.