Laporkan Masalah

ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN MENGGUNAKAN APLIKASI ADePT DAN TIPOLOGI WILAYAH DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2012

ARFI HIDANANTO, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Penurunan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional dan daerah, namun intervensi pemerintah seringkali belum efektif, sehingga penurunannya masih cenderung lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis profil kemiskinan, dan menyusun tipologi wilayah antarkecamatan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2012. Alat analisis yang digunakan adalah indeks Foster-Greer-Thorbecke (FGT), koefisien Gini, kurva Lorenz dan tipologi wilayah. Aplikasi yang digunakan adalah SPSS dan ADePT (Automated Development Economic and Poverty Tables). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) kor (inti/pokok) dan modul konsumsi Kabupaten Gunungkidul tahun 2012 yang diperoleh dari Badan Pusat Stastistik (BPS). Hasil penelitian menunjukan bahwa profil kemiskinan Kabupaten Gunungkidul tahun 2012 adalah sebagai berikut. Kondisi kemiskinan di wilayah perdesaan lebih buruk dibandingkan wilayah perkotaan dengan usia penduduk miskin antara 15-64 tahun, memiliki tingkat pendidikan paling tinggi SD/sederajat dan sebagian besar tidak memiliki pekerjaan atau bekerja di sektor pertanian. Analisis tipologi wilayah berdasarkan pendapatan per kapita dan tingkat kemiskinan menunjukkan bahwa pada kuadran dengan pendapatan per kapita tinggi dan tingkat kemiskinan tinggi terdapat dua kecamatan, kuadran dengan pendapatan per kapita tinggi dan tingkat kemiskinan rendah terdapat tiga kecamatan, kuadran dengan pendapatan per kapita rendah dan tingkat kemiskinan rendah terdapat lima kecamatan dan kuadran dengan pendapatan per kapita rendah dan tingkat kemiskinan tinggi terdapat lima kecamatan.

Poverty reduction has become a national and region development priorities, but the government�s intervention is often uneffective that makes poverty rate declines slowly. This study aims to identify and analyze profile of poverty, and building a regional typology of Gunungkidul region in 2012. The analytical tools used in this study are the Foster-Greer-Thorbecke (FGT) index, the Gini coefficient index, the Lorenz curve and regional typology with the assistance of using SPSS and ADePT (Automated Development Economic and Poverty Tables) as a software. This study is using Gunungkidul region National Socioeconomic Survey 2012 data, obtained from the Central Board of Statistics (BPS). The results show that poverty profile of Gunungkidul region are as follows: poverty in rural areas is worse compared those in urban areas. Poor people are dominated with residents aged between 15-64 years, with the highest level of education as primary school graduates and most of them are unemployed or working in the agricultural sector. Regional typology analysis based on income per capita and poverty rate indicates that there are variations among those sub-regions in Gunungkidul area. The quadrant with high income per capita and high poverty rate consists of two sub-regions, the quadrant with high income per capita and low poverty rate consists of three sub-regions, the quadrant with low income pe capita and low poverty rate consists of five sub-regions and the quadrant with low income per capita and high poverty rate consists of five sub-regions.

Kata Kunci : Profil kemiskinan, pendapatan per kapita, Kabupaten Gunungkidul, ADePT, dan tipologi wilayah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.