Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI KELURUSAN GARIS PANTAI PURBA DAN EPISODE PENGANGKATAN GUNUNG SEWU, PEGUNUNGAN SELATAN, DENGAN MENGGUNAKAN DIGITAL ELEVATION MODEL

HANADHYTYA H., Salahuddin Husein, S.T., M.Sc., Ph.D

2014 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Daerah penelitian terletak di sepanjang gunung sewu, pegunungan selatan, provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah ini memiliki batuan penyusun yang didominasi oleh batugamping dari formasi wonosari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginterpretasi kelurusan garis pantai purba dan kemudian menentukan jumlah episode pengangkatan di Gunung sewu. Identifikasi kelurusan garis pantai purba dilakukan secara manual atau interpretasi visual berdasarkan olahan data DEM (Digital Elevation Model). Pola kelurusan yang didapat kemudian dikelompokkan menjadi 2 pola berdasarkan arah kelurusan yang berbeda. Agar data kelurusan lebih akurat, dilakukan pemeriksaan morfologi dilapangan terhadap garis garis kelurusan yang dibuat pada peta. Berdasarkan hasil interpretasi kelurusan garis pantai purba dan pemeriksaan lapangan didapatkan beberapa episode pengangkatan di gunung sewu yang dapat dibagi menjadi 2 pola arah kelurusan. Hasil interpretasi tersebut membuktikan bahwa kelurusan garis pantai purba yang didapatkan dari peta dapat digunakan untuk indikator episode pengangkatan.

Study area is located along the Gunung sewu, southern mountains, the province of Central Java and Yogyakarta. This area has a rock-dominated of limestone, Wonosari formation. This study has the purpose to interpret the ancient shoreline alignment and then determine the number of uplift episodes in Gunung Sewu. Identification of the ancient shoreline alignment is done manually or visual interpretation of data processed by the DEM (Digital Elevation Model). Alignment pattern obtained then grouped into two patterns based on different alignment direction. To be more accurate, morphological examination of the field has be done. Based on the results of the interpretation ancient shoreline alignment and inspection can be obtained through several uplift episodes of Gunung Sewu which can be divided into 2 way pattern alignment. The interpretation of the results proved that the ancient shoreline alignment obtained from the map can be used for indicator uplift episode.

Kata Kunci : Gunung Sewu, Notch, Pengangkatan, Kars, Kelurusan, Pantai Purba, Digital Elevation Model, TerraSAR-X


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.