HIGIENE PERORANGAN, PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN PESTISIDA PADA PETANI TERHADAP TINGKAT KERACUNAN PESTISIDA DI DESA CANDIBINANGUN KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN
SUJARWO GANJAR P, Dr. Dra. Sunarti, SKM; dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, Ph.D
2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penduduk Negara Indonesia sebagian besar bermata pencaharian petani, yang sudah mengenal teknologi intensifikasi pertanian. Petani memanfaatkan pestisida hanya untuk mengendalikan hama, penyakit, dan gulma perusak tanaman, tetapi mereka tidak menyadari dampak negatifnya terhadap manusia dan lingkungan. Data pemeriksaan kolinesterase di Kabupaten Sleman tahun 2009-2010 dari 217 petani, 25 orang (11,5%) terpapar pestisida. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan higiene personal, pengelolaan dan perilaku penggunaan pestisida pada petani terhadap keracunan pestisida di Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei menggunakan metode kuantitatif desain cross sectional, subyek penelitiannya adalah petani yang masih produktif dan menggunakan pestisida dalam membasmi hama di Desa Candibinangun, penentuan besar subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 73 petani. Variabel teriakatnya (dependent variable) adalah tingkat keracunan pestisida melalui pemeriksaan kolinesterase darah dengan metode tintometrik menurut Edson, sedangkan sebagai variabel bebas (independent variable) adalah higiene perorangan, pengelolaan pestisida, dan penggunaan pestisida. Data diolah dan dianalisis secara diskriptif, dilanjutkan uji chi square, dan logisitic regression dengan α= 0,05 Hasil: Uji logisitic regression dengan α= 0,05 menunjukkan variabel higiene perorangan p = 0,002, sehingga p < 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna antara higiene perorangan dengan tingkat keracunan pestisida, RO = 11.309 (95% CI:2,43-52,61) , maka variabel higiene perorangan adalah sebagai faktor resiko. Variabel pengelolaan pestisida nilai p = 0,86, sehingga p> 0,05 artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara pengelolaan pestisida dengan tingkat keracunan pestisida, RO = 0,86 (95% CI: 0,18-4,20) maka variabel pengelolaan pestisida sebagai faktor protektif, Variabel penggunaan pestisida nilai p= 0,002 sehingga p < 0,05 artinya ada hubungan yang bermakna antara penggunaan pestisida dengan tingkat keracunan pestisida, RO =12,947 (95% CI:2,58 -64,91), maka variabel penggunaan pestisida adalah sebagai faktor resiko. Kesimpulan: Ada hubungan antara higiene perorangan dan penggunaan pestisida dengan tingkat keracunan pestisida dengan nilai p = 0,002, tetapi tidak ada hubungan antara pengelolaan pestisida dengan tingkat keracunan pestisida petani di Desa Purwobinangun , Pakem, Sleman berdasarkan nilai p =0, 852 Saran: Petani agar meningkatkan higiene perorangan, pengelolaann pestisida dan penggunaanya untuk mencegah terjadinya keracunan pestisida, meningkatkan kesadaran tentang kesehatan lingkungan, dan kepada instansi Dinas Kesehatan agar meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan pestisida kepada petani dan memantau kesehatannya secara berkala. Dinas Pertanian agar meningkatkan penyuluhan dan pengawasan peredaran tentang pestisida pada petani untuk meminimalkan terjadinya keracunan pestisida
Background: Most of Indonesian citizen work as farmers who know the technology of agricultural intensification. Farmers use pesticides to control pests, diseases, weeds and plant destroyer, but they do not realize the negative impact on humans and environment. Data about cholinesterase in Sleman 2009 - 2010, among 217 farmers, there were 25 people (11.5%) who exposed by pesticides. Objective: To determine and analyze the relationship among personal hygiene, behavior management and the use of pesticides on farmers with pesticide poisoning at the village Candibinangun, Pakem District, Sleman Regency. Method: This study was a survey, the respondents as the sample was obtained from the population. Data collection was done by using a questionnaire, then to determine the relationship between variables used quantitative methods with crosssectional design, the subjects of study were productive farmers who used pesticides in eradicating pests in the Candibinangun Village. Determination of subject used purposive sampling technique as many as 73 farmers. Dependent variable was pesticide poisoning level through blood cholinesterase test with tintometer kit based on Edson, while independent variables were personal hygiene, pesticide management and pesticide use through interview to farmers as subjects of study. Data obtained was analyzed descriptively, then chi square test for bivariate and logistic regression for multivariate with α= 0,05. Result:. There were relationship between personal hygiene and pesticide poisoning level (p-value = 0,002, OR=11,37, 95% CI:2,448-52,816), there were relationship between pesticide use and pesticide poisoning level (p-value = 0,002, OR=12,578. (95% CI: 2,595-60,971) and there were no relationship between pesticide management and pesticide poisoning level (p-value = 0,866 RP= 1,27 (95% CI: 0,178-4,203) on farmers at Candibinangun village, Pakem, Sleman. Conclusion: there were relationship among personal hygiene and pesticide use with pesticide poisoning level but there was no relation between pesticide management with pesticide poisoning level. Farmers should improve personal hygiene and increasing of awareness to prevent pesticide poisoning.
Kata Kunci : Pesticide, Poisoning, Cholinesterase, Enzyme