Laporkan Masalah

PERKEMBANGAN DESA WISATA KARANGBANJAR

BAYU YUDIARTO R, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kecenderungan penurunan kegiatan pariwisata di Desa Wisata Karangbanjar yang telah berdiri sejak tahun 1992. Namun penurunan tersebut dibarengi dengan makin meningkatnya kerajinan rambut yang merupakan daya tarik utama di desa wisata ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kecenderungan perkembangan Desa Wisata Karangbanjar sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 2013 dan menemukan penyebab menurunnya sektor pariwisata di desa wisata tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deduktif kualitatif. Tingkat perkembangan desa wisata dilihat pada tiga aspek yaitu: ekonomi, sosial dan fisik lingkungan. Faktor penyebab menurunnya sektor pariwisata digali secara eksploratif agar diperoleh informasi yang mendalam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengumpulan data sekunder. Analisis data dengan cara reduksi data, kemudian validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Karangbanjar saat ini memang kurang berkembang. Dari aspek ekonomi, tidak ada nilai tambah bagi warga desa. Dari aspek sosial, warga tidak memiliki keterampilan yang cakap dalam mengemas dan mengelola Desa Wisata. Namun perkembangan cukup baik terlihat pada aspek fisik lingkungan seperti sarana homestay yang memadai, fasilitas gedung pertemuan dan adanya penambahan-penambahan daya tarik buatan meski belum mampu secara optimal menarik wisatawan. Faktor-faktor penyebab menurunnya sektor pariwisata di Desa Wisata Karangbanjar adalah: (1) menurunnya antusiasme dan partisipasi warga desa, (2) masalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, (3) lemahnya kemampuan SDM pengelola Desa Wisata Karangbanjar, serta (4) Owabong dan Sanggaluri Park muncul sebagai pesaing.

This study is motivated by the declining trend in tourism activities in Karangbanjar Tourism Village, which has established since 1992. However, this decline is coupled with the increasing hair craft which becomes the main attraction in this tourism village. The purpose of this study is to identify the trends in the development of Karangbanjar tourism village from 1992 to 2013 and to find the cause of the decline in the tourism sector in the tourist village. The method used was deductive qualitative. The level of development of the tourism village was seen from three aspects: economic, social and physical environment. The factors causing the decline in the tourism sector were exploratory explored in order to obtain in-depth information. The data were collected using observation, interviews and secondary data collection. The data were analyzed using data reduction, then the validity of the data was tested using triangulation techniques. The results showed that the Karangbanjar Tourism Village today is less developed. From the economic aspect, there is no additional income for the villagers. From the social aspect, the citizens do not have proficient skills in presenting and managing tourism village. But the progress is good enough as what can be seen from the physical aspects of the environment such as adequate homestay, conference hall facilities and any additions can appeal, although there are not able to optimally attract tourists. The factors causing the decline in the tourism sector in the Karangbanjar Tourism Village are: (1) the decrease of the enthusiasm and participation of the villagers, (2) the policy issues of the government of Purbalingga, (3) the lack of ability of the human resources in charge of managing Karangbanjar Tourism Village, and (4) Owabong and Sanggaluri Park emerge as competitors.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.