Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN YANG DIAWETKAN DAN TITER IgA-EBV PADA ORANG SEHAT DI YOGYAKARTA

ILSYA ASTI NARASWARI, Jajah Fachiroh, SP, M.Si ,Ph.D ; Dewi K Paramitha, M.Si, Ph.D.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah keganasan yang memiliki sebaran yang unik di dunia, dengan kejadian umum <1/100.000 jiwa. Di Indonesia, KNF merupakan kanker kepala dan leher yang paling sering ditemukan dan menempati urutan ke 4 kanker tersering pada pria. KNF WHO tipe III merupakan KNF yang umum dijumpai pada populasi dengan prevalensi tinggi, dan EBV secara konsisten terdeteksi pada tipe KNF ini. Respon IgA-EBV merupakan petanda khusus KNF, akan tetapi titer IgA-EBV yang tinggi juga ditemukan pada orang nomal yang dapat mengarah pada resiko KNF. Makanan yang diawetkan ditengarai berhubungan dengan tingginya kenaikan titer IgA-EBV.

Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is cancer with unique distribution in the world, with incidence of less than 1/100,000 populations. In Indonesia NPC is the head and neck malignancy, and the top four among men. WHO type III (undifferentiated) is the most common type of NPC in high prevalence populations, on which the presence of EBV is consistently detected. The respond of IgA-EBV is hallmark of NPC; however high titer IgA-EBV is also found in the normal person, making it proposed as risk predictor of NPC. Consumption of preserved foods is suspected to have relation with the increase of IgA-EBV titer.

Kata Kunci : Karsinoma nasofaring, makanan yang diawetkan, individu sehat, IgA-EBV.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.