Laporkan Masalah

THE RELATIONSHIP BETWEEN ISCHEMIC STROKE AND COGNITIVE IMPAIRMENT BASED ON MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE)

KARTHIK KALYANARAMAN, Dr.dr.Ismail Setyopranoto,Sp.S(K); dr.Kusumo Dananjoyo,M.Sc,Sp.s

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Prevalensi Stroke adalah 0,0017% di pedesaan Indonesia, 0.022% di perkotaan Indonesia, 0,5% di antara orang dewasa Jakarta perkotaan, dan 0,8% secara keseluruhan. Faktor risiko sering termasuk hipertensi, merokok dan hiperkolesterolemia. Mean usia penderita stroke adalah 58,8 tahun. subarachnoid perdarahan ditemukan di 1,4% pasien, intraserebral perdarahan 18,5%, dan stroke iskemik pada 42,9%. Ini penelitian pada dasarnya berfokus pada hubungan antara stroke dan penurunan kognitif. Untuk lebih spesifik, yang penelitian ini dilakukan untuk menentukan apakah ada hubungan antara stroke iskemik dan penurunan daya ingat. memori penurunan tersebut kemudian dibagi lagi ke dalam memori jangka pendek penurunan dan penurunan daya ingat jangka panjang. Sebuah alat yang diperlukan untuk mengakses tingkat memori pasien dan karena Mini Mental State Examination (MMSE) hasil yang alat menonjol digunakan untuk menguji kognitif kemampuan pasien untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang memori Tingkat pasien yang menderita atau menderita iskemik stroke. Subyek yang digunakan adalah pasien RSUP Sardjito, Yogyakarta. Catatan medis Patientsâ dan hasil tes MMSE diperoleh dan diakses untuk informasi yang dibutuhkan dan hanya pasien antara 25 tahun dan 65 tahun yang dipilih untuk penelitian. Catatan medis dari tahun 2009 sampai 2014 digunakan untuk penelitian. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah cross-sectional dan pasien ditelusuri secara retrospektif. Oleh karena itu dengan penelitian ini, kita bisa menentukan apakah iskemik stroke mempengaruhi tingkat memori pasien dan lebih baik pengobatan atau perawatan dapat diberikan kepada pasien yang memiliki penurunan kognitif. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stroke iskemik dan jangka pendek dan penurunan daya ingat jangka panjang menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) Metode: Desain penelitian yang sesuai yang terbaik untuk ini topik adalah studi cross-sectional. Catatan medis yang digunakan untuk memperoleh data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini dijiplak retrospektif. Angka-angka rekam medis yang pertama diciutkan dari departemen neurologi dan yang terkait digunakan untuk penelitian. Hasilnya: Data tersebut kemudian dianalisis berdasarkan variabel seks bebas dan usia yang kurang dari dan lebih dari 50 tahun dengan hasil bagian mengingat Mini Mental State Examination (MMSE) sebagai hasil variable.The tergantung menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara seks dan penurunan memori iskemik tetapi ada hubungan antara usia dan penurunan daya ingat sebagai p-value adalah 0,048 yang kurang dari 0,05 Kesimpulan: Kita dapat menyimpulkan bahwa ada penurunan memori pasien di atas 50 tahun yang menderita iskemik dan tidak ada hubungan antara seks dan penurunan daya ingat.

Background: Stroke prevalence is 0.0017% in rural Indonesia, 0.022% in urban Indonesia, 0.5% among urban Jakarta adults, and 0.8% overall. Frequent risk factors include hypertension, smoking and hypercholesterolaemia. The mean age of stroke patients is 58.8 years. Subarachnoid haemorrhage is found in 1.4% of patients, intracerebral haemorrhage in 18.5%, and ischemic stroke in 42.9%. This research basically focuses on the relationship between stroke and cognitive decline. To be more specific, the research is done to determine if there is a relationship between ischemic stroke and memory decline. The memory decline is then further divided into short term memory decline and long term memory decline. A tool is required to access the memory level of patients and therefore Mini Mental State Examination (MMSE) results which is a prominent tool is used to test the cognitive ability of patients to gain more information on the memory level of patients who suffers or suffered from ischemic stroke. The subjects used are patients of RSUP Sardjito, Yogyakarta. Patients medical records and MMSE test results are obtained and accessed for the information needed and only patients between the 25 years and 65 years are chosen for the study. Medical records from the year 2009 till 2014 are used for the research. The method used for this study is cross-sectional and the patients are traced retrospectively. Therefore with this study, we could determine if ischemic stroke affects the memory level of patients and a better treatment or care can be given to patients who have cognitive decline. Aim: To determine the relationship between ischemic stroke and short term and long term memory decline using Mini- Mental State Examination (MMSE) Method: The research design which suits the best for this topic is cross-sectional study. The medical records used to obtain the secondary data used in this study were traced retrospectively. The medical record numbers were first shortlisted from the neurology department and related ones are used for the study. Result: The data is then analyzed based on the independent variables sex and age which is less than and more than 50 years of age with the result of the recall section of Mini Mental State Examination (MMSE) as the dependent variable.The results showed there is no significant relationship between sex and memory decline in ischemic but there is a relationship between age and memory decline as the p-value is 0.048 which is less than 0.05 Conclusion: We can conclude that there is memory decline in patients above 50 years of age who suffered from ischemic and there is no relationship between sex and memory decline.

Kata Kunci : Ischemic stroke, Mini Mental State Examination (MMSE), Unit Stroke Stroke RSUP DR. Sardjito Yogyakarta x


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.