PEMBATASAN KONSUMSI ENERGI PAKAN UNTUK MENGURANGI RESIKO PERTUMBUHAN PADA SAPI PERAH DARA YANG BERKINERJA REPRODUKSI RENDAH
GLODYA VANESYA S., Dr. Ir. Adiarto, M.Sc. ; Ir.Chusnul Hanim, M.Si.
2014 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini dilakukan untuk mengendalikan laju pertumbuhan sapi dara Friesian Holstein (FH) yang memiliki kinerja reproduksi yang rendah dengan membatasi konsumsi energi pada pakan sapi dara tersebut. Dua puluh ekor sapi perah FH impor dibagi menjadi dua kelompok: kontrol dan perlakuan. Ternak kelompok kontrol diberi pakan hijauan jagung 30 kg/ekor/hari dan 4 kg konsentrat/ekor/hari. Ternak-ternak dalam kelompok perlakuan diberi pakan hijauan 50 kg jagung/ekor/hari dan 2 kg konsentrat/ekor/hari. Pakan diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Data statistik dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Konsumsi pakan pada ternak-ternak dalam kelompok perlakuan memperlihatkan hasil yang signifikan (P<0.01) lebih tinggi dari hewan pada kelompok kontrol. Tingginya konsumsi nutrisi dipengaruhi oleh tingginya konsumsi pakan hijauan yang lebih tinggi dari hewan ternak pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol (50 kg/hari vs 30 kg/hari). Analisis keseimbangan nutrisi menunjukkan bahwa hewan di kelompok perlakuan mengkonsumsi lebih banyak nutrisi daripada hewan pada kelompok kontrol, sehingga mengalami deposit asupan energi pakan (2.41 kg/hari TDN) bersamaan dengan kelebihan dari konsumsi protein kasar (0.41 kg/hari CP), dan itu juga terjadi pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa hewan pada kelompok kontrol memiliki ADG tinggi (0.6 kg) dibandingkan dengan ADG (0.3 kg) dari kelompok kontrol, dan statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0.01) antara dua kelompok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan yang terkontrol untuk membatasi pertambahan berat badan pada sapi dara siap kawin dapat dilakukan dengan merasionalisasikan ransum yang diberikan agar sesuai dengan kebutuhannya untuk tumbuh dengan ADG yang rendah sehingga tidak terdapat permasalahan pada kinerja reproduksinya.
This study was done to control the growth rate of Friesian Hosltein (FH) heifers having low reproduction performance by limiting energy consumption. Twenty imported FH were divided into two groups: control group and treatment group. The heifers in control group were fed 30 kg corn forages/ head/day and 4 kg concentrate/head/day. The animals in the treatment group were fed 50 kg corn forages/head/day and 2 kg concentrate/head/day. Feed was given twice a day in the morning and the afternoon. Data were statistically analyzed using independent sample t-test. Consumption of heifers in treatment group was greater (P<0.01) than those in control group. The greater nutrient consumption of treatment group than control group were influenced by greater consumption of forage (50kg/day vs 30kg/day). Analysis of nutrient balance showed that heifers in treatment group consumed more nutrients than those in control group, so increased deposit of feed energy intake (2.41 kg/day TDN) which was in conjunction with an excess of crude protein intake (0.41 kg/day CP), and it also occurred in the control group. This suggests that heifers in control group had greater ADG compared to those in control group (0.6 vs. 0.3 kg, respectively, P<0,01). It can be concluded that feeding heifers with controlled feed to limit weight gain in heifers that ready to mate can be done by rationalizing rations thus their ADG were limited and will not negatively affect their reproductive performance.
Kata Kunci : Sapi perah dara tidak bunting, Asupan energi terbatas, ADG.