KONSEP, PENERAPAN, DAN KENDALA PENATAAN RUANG KAWASAN PESISIR PANTAI KUWARU KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
GINANJAR JULIAN AZIZI, Wahyu Yun Santoso, S.H., M.Hum.,LL.M.
2014 | Skripsi | ILMU HUKUMPemanfaatan ruang pada daerah pinggir pesisir Pantai Kuwaru Bantul Yogyakarta kini terlihat tidak teratur dan tidak tertata secara baik. Karena sangat banyak potensi dari pantai tersebut sangat disayangkan jika penggunaan tata ruang sekitarnya tidak memperhatikan fungsinya secara terpadu dan berkelanjutan. Dengan keberadaan ruang yang terbatas dengan jumlah penduduk yang terus meningkat serta kebutuhan ruang yang lahir semakin banyak maka diperlukan system penataan ruang yang efektif, proporsional dan partisipatif. Jika semua pantai dikelola sesuai dengan potensi pantai tersebut maka akan banyak manfaat yang bisa diambil dari kondisi alam yang ada, dalam Pantai Kuwaru terdapat beberapa potensi yang bisa kita lihat dimulainya dari area konservasi penyu, area tambak udang, area percontohan biogas, area pertanian tanaman pantai, area hijau, dan sebagainya yang belum terlihat. Maka diperlukan perencanaan penataan ruang yang baik dengan melihat perkembangan terkini yang terjadi yang dipengaruhi oleh manusia dan alam. Dengan adanya pembangunan jalur lintas selatan yang dekat dengan pantai terlihat system penataan ruang yang buruk, disamping itu ada berbagai masalah yang timbul dari aktifitas manusia dan alam. Terlihat banyak tambak udang air payau yang tidak teratur penempatanya, hilangnya tempat konservasi penyu dikarenakan abrasi pantai tanaman di bibir pantai tidak bisa mencegah anbrasi, banyak lahan yang saling bertubrukan kepentingan yaitu pemanfaatan lahan hijau dengan penggunaan lahan tambak udang. Dengan demikian melahirkan penataan ruang yang buruk karena tidak memperhatikan fungsi ruang tersebut yaitu fungsi ekologis, fungsi sosial, fungsi ekonomi, dan fungsi pendidikan, pelestarian, dan penelitian. Dengan ruang yang terbagi menjadi 2 yaitu fungsi lindung dan budidaya disini dalam fakta lapangan pada Pantai Kuwaru ini memiliki keduanya yang harus diatur lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Utilization of space on the outskirts of Yogyakarta , Bantul Kuwaru coast now looks disorganized and not well organized . Because so much potential of the coast is very unfortunate if the use does not pay attention to the surrounding spatial functions in an integrated and sustainable . In the presence of limited space with the ever-increasing number of people are born as well as the need for more space is needed spatial planning system effective , proportionate and participatory . If all the beaches are managed in accordance with the potential of the coast it will be a lot of benefits that can be drawn from the existing natural conditions , the Coast Kuwaru there is some potential that we can see the start of a turtle conservation area , shrimp farms , biogas pilot area , beach area crops , green areas , etc., that have not been seen It needed a good setup planning to see the latest developments that occur are influenced by man and nature. With the development of cross- south strip near the beach looks bad system setting item , in addition to which there are various problems arising from human activities and nature. Seen a lot of brackish water shrimp ponds irregular penempatanya , turtle conservation due to the loss of crops in coastal abrasion shoreline could not prevent anbrasi , a lot of land that is the importance of mutually collide with the use of green land use shrimp embankment . Thus creating a bad setup because it does not pay attention to the function of the space that is ecological function , social function , economic function , and the function of education , conservation , and research . The space is divided into two functions namely hedge and field cultivation here in fact at this Kuwaru Beach have arranged them to be more effective, efficient , and sustainable .
Kata Kunci : Penataan Ruang, Pantai Kuwaru, Tambak Udang, Abrasi,