Laporkan Masalah

PENGARUH IRIGASI DAN PERUBAHAN IKLIM TERHADAP USAHATANI PADI SAWAH DI DAERAH IRIGASI PEKIK JAMAL KABUPATEN KULON PROGO

BAMBANG SAROSA, IR.,MS., Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.

2014 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Tersedianya air irigasi menyebabkan terjadi perubahan-perubahan dalam pola tanam dan intensitas tanam. Perubahan-perubahan ini akan menyebabkan perubahan dalam penggunaan input usahatani yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan pendapatan, dan kemungkinan perubahan dalam distribusi pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi: (i) pengaruh irigasi terhadap intensitas tanam, (ii) pengaruh irigasi terhadap produksi padi sawah, (iii) pengaruh irigasi terhadap pendapatan usahatani padi sawah, (iv) pengaruh irigasi terhadap distribusi pendapatan usahatani padi sawah, (v) pengaruh irigasi terhadap distribusi penguasaan lahan sawah, dan (vi) pengaruh perubahan iklim terhadap luas tanam, produksi dan produktivitas padi sawah. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Pekik Jamal yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yaitu wawancara dengan petani sampel menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan dan data sekunder tahun 1980–2011 berupa curah hujan, luas tanam, produksi, dan produktivitas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Irigasi Pekik Jamal meningkatkan intensitas tanam. Sawah irigasi di daerah hulu intensitas tanamnya 31% lebih tinggi dari hilir. Sedangkan di daerah sawah non irigasi 84% lebih tinggi. Produksi usaha tani padi sawah dipengaruhi oleh penggunaan pupuk kimia (Urea, TSP, KCl, ZA, dan Ponska) dan penggunaan tenaga kerja manusia (tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga). Produksi padi pada lahan sawah irigasi lebih tinggi 0,44% dibandingkan dengan produksi sawah non irigasi (sawah tadah hujan) dan produksi padi petani di daerah irigasi bagian hulu lebih tinggi 0,53% daripada petani yang berada di daerah irigasi bagian hilir. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi sawah adalah luas lahan, harga pupuk kimia, dan upah tenaga kerja mesin. Pendapatan petani pada lahan sawah irigasi lebih tinggi 0,76% dibandingkan dengan pendapatan petani pada lahan sawah non irigasi (sawah tadah hujan) dan pendapatan petani di daerah irigasi bagian hulu lebih rendah 0,88% daripada petani yang berada di daerah irigasi bagian hilir. Selanjutnya, distribusi pendapatan dan penguasaan lahan sawah petani pada sawah irigasi terdistribusi lebih merata bila dibandingkan dengan lahan sawah tadah hujan (non irigasi). Nilai gini ratio pendapatan usahatani padi pada lahan sawah irigasi sebesar 0,7133 dan sawah non irigasi (0,7081) sedangkan nilai gini ratio penguasaan lahan sawah pada lahan irigasi 0,7087 dan sawah non irigasi (0,6869). Dengan demikian, irigasi memperbaiki distribusi pendapatan usahatani padi sawah dan berpengaruh terhadap distribusi penguasaan lahan sawah. Selama periode tahun 1980–2011 terdapat peningkatan luas panen, produksi, dan produktivitas padi sawah. Semakin ekstrim tipe iklim yang terjadi akan berpengaruh secara negatif terhadap luas panen, produksi, dan produktivitas padi sawah. Kata kunci: intensitas tanam, produksi, pendapatan, distribusi pendapatan, perubahan iklim

Availability of irrigation water causes changes occur in the cropping pattern and cropping intensity. These changes will lead to changes in the use of farm inputs which in turn will lead to changes in income, and the possibility of changes in income distribution. This study aims to analyze: (i) the effect of irrigation on cropping intensity, (ii) the effect of irrigation on rice production, (iii) the effect of irrigation on paddy rice farm income, (iv) the effect of irrigation on income distribution lowland rice farming, (v) influence on the distribution of irrigated rice land tenure, and (vi) the effect of climate change on planted area, production and productivity of paddy rice. The basic method used in this research is descriptive analytical method. The experiment was conducted at the Pekik Jamal Irrigation Area that was in Kulon Progo Regency, Yogyakarta Province. The type of data used is primary data, interviews with farmers using a sample list of questions that have been prepared and secondary data years 1980 - 2011 in the form of rainfall, acreage, production, and productivity. The analytical method used is multiple regression analysis and trend. The results showed that the Irrigation yell Jamal increase cropping intensity. Upland irrigated rice cropping intensity 31% higher than the downstream. While in the nonirrigated rice field area 84% higher. Production of paddy rice farming is affected by the use of chemical fertilizers (Urea, TSP, KCl, ZA, and Ponska) and the use of human labor (labor within the family and outside the family labor). Rice production on irrigated land is higher than the 0.44% non-irrigated paddy production (rainfed) rice production and farmers in the irrigated areas upstream 0.53% higher than the farmers in irrigation areas downstream. Factors that affect the paddy rice farm income was broad land, the price of chemical fertilizers, machinery and labor. Income of farmers on irrigated land is 0.76% higher than the income of farmers in non-irrigated paddy fields (rainfed) and income of farmers in the irrigated areas upstream 0.88% lower than the farmers in irrigation areas downstream. Furthermore, the distribution of income and tenure paddy farmers in irrigated fields more evenly distributed when compared with rainfed land (non-irrigated). Gini ratio value of rice farming income on irrigated land and 0.7133 for non-irrigated paddy fields (0.7081) while the value of Gini ratio of land tenure on land irrigated paddy rice fields 0.7087 and non-irrigated (0.6869). Thus, improving irrigation paddy rice farming income distribution and the effect on the distribution of paddy land tenure. During the period 1980-2011 there is an increase in harvested area, production and productivity of paddy rice. The more extreme type of climate will adversely affect the harvested area, production and productivity of paddy rice. Keywords: cropping intensity, production, income, income distribution, climate change

Kata Kunci : intensitas tanam, produksi, pendapatan, distribusi pendapatan, perubahan iklim; cropping intensity, production, income, income distribution, climate change


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.