Pelaksanaan Klaim Asuransi Kendaraan Umum Pada Kecelakaan Lalu Lintas Yang Menimbulkan Kerugian Terhadap Korban Di Luar Kendaraan Umum (Studi Di Madiun)
EGA NOVITA DEWI, Veri Antoni, S.H., M.Hum.
2014 | Skripsi |Abstrak PelaksaanaanKlaimAsuransiKendaraanUmumPadaKecelakaanLaluLintas Yang MenimbulkanKerugianTerhadapKorban Di LuarKendaraanUmum (Studi Di Madiun) Pada skripsi ini, penulis mengangkat permasalahan klaim asuransi kendaraan umum pada kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kerugian terhadap penumpang dan korban di luar kendaraan umum. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi dari banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di daerah kabupaten madiun. Berdasarkan hal tersebut diatas, karya tulis ini mengangkat rumusan masalah: (1) Bagaimana tanggung jawab pihak jasa raharja dalam memberikan ganti kerugian terhadap korban kecelakaan di luar kendaraan umum?.(2) Apa kendala yang dihadapi oleh korban di luar kendaraan umum untuk memperoleh klaim dalam hal terjadinya kecelakaan dan bagaimana upaya untuk mengatasi kendala tersebut?. Kemudian penulisan karya tulis ini menggunakan metode yuridis sosiologis. Penulis menggunakan data yang penulis peroleh dari PT. Jasa Raharja (persero) baik secara langsung maupun tidak langsung. Data itu berupa wawancara terpimpin, data-data yang di perlukan yang di ambil dari pihak PT Jasa Raharja (persero). Data tersebut kemudian penulis analisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Jawaban atas permasalahan yang ada bahwa tanggung jawab pihak jasa raharja ialah menghimpun dana dari masyarakat baik dana yang sesuai dengan Undang-Undang No 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang No 34 tahun 1964, dan tanggung jawab pihak jasa raharja yang lain adalah menyalurkan dana santunan asuransi kepada pihak-pihak korban yang terkait. Adapun kendala-kendala yang di hadapi oleh pihak korban untuk menerima dana santunan asuransi jasa raharja terdapat hambatan internal yaitu Hambatan yang timbul dalam pengelolaan PT Jasa Raharja (persero) Hambatan yang lainnya hambatan eksternal yaitu Hambatan eksternal mendasar adalah masih adanya korban kecelakaan lalu lintas yang belum berhasil mendapatkan santunan jasa raharja hanya dikarenakan korban bersalah oleh pihak PT Jasa Raharja dan tidak dijamin oleh UU No. 33 dan 34 Tahun 1964.
Abstract The Implimentation Of Public Vehicle Claim Assurance For Traffic Accident That Makes A Loss Of The Victims Out Of A Public Vehicle (Study In Madiun) The author highlights in this final paper the insurance claim of public transport against traffic accident with disadvantage for passenger and victim outside public vehicle. Theme is selected with the background of greater number of traffic accidents occurred in Madiun District. Some problems are determined through this paper: (1) How is the responsibility of Jasa Raharja Company to compensate the disadvantage suffered by passenger and victim outside public vehicle? (2) What are the barriers faced by passenger and victim outside public vehicle in obtaining the claim against accident and how are the barriers dealt with? The writing of this paper uses sociological juridical method. Data are obtained from PT Jasa Raharja (Limited) through direct or indirect manners. Data collection technique is centralized interview with the representative of PT Jasa Raharja (Limited). Data analysis technique is qualitative descriptive. The answers of these problems are as following. The responsibility of Jasa Raharja Company is to collect the funding from the community based on Act No.33 of 1964 and Act No.34 of 1964. Their other responsibility is to distribute the insurance payment to the related victims. The barriers faced by the victims in accepting Jasa Raharja insurance fund involve internal and external. The internal barriers include the close interdependence between the management of PT Jasa Raharja (Limited) and personnel and financial administration system, very few personnel with operational duty in the field especially to socialize Jasa Raharja, mandatory due collection, and the distribution of Jasa Raharja payment. External barriers involve the victimization of the victim by PT Jasa Raharja and the uncovered standing of the victim by Act No. 33 and 34 of 1964. It really constrains the relationship between the community and PT Jasa Raharja (Limited) and Traffic Police.
Kata Kunci : Asuransi PT. Jasa Raharja