Laporkan Masalah

ANALISIS PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP KINERJA CITY BRANDING KOTA MEDAN

WILLY IRAWAN, Yulia A. Widyaningsih, M.B.A., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Pemasaran daerah (marketing places) sebagai suatu pendekatan populer dan instrumen penting untuk memperkuat perekonomian daerah dan daya saing global yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Konsep pemasaran daerah akan sangat bergantung pada bagaimana membangun, mengkomunikasikan dan mengatur image sebuah kota. Oleh karena itu, objek dari pemasaran kota adalah image kota yang pada akhirnya akan menjadi starting point dalam mengembangkan city branding. Sejak Januari 2012, Kota Medan merupakan salah satu daerah yang menggunakan pendekatan pemasaran daerah melalui city branding: This is Medan. Sebuah brand beserta logo yang mewakili karakteristik penduduk yang welcome terhadap pengunjung dan diharapkan mampu memberikan manfaat sebagaimana filosofisnya yaitu menarik kunjungan wisatawan, nilai investasi atau relokasi penduduk untuk tinggal menetap di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kinerja city branding terhadap aliran kunjungan wisatawan dan nilai investasi di Kota Medan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan dipertajam dengan hasil analisis kualitatif. Hasilnya adalah bahwa rata-rata kunjungan wisatawan sesudah city branding lebih besar dibanding dengan rata-rata kunjungan wisatawan sebelum city branding, sedangkan rata-rata nilai investasi sebelum dan sesudah city branding adalah sama. Hal ini menjadi dasar bahwa kinerja city branding Kota Medan masih belum optimal. Beberapa penyebab yang menjadi penghambat dalam kinerja city branding tersebut telah diidentifikasi antara lain brand yang masih lemah karena sepenuhnya tidak mewakili potensi, proses penciptaan yang tidak melibatkan stakeholder, tidak dilaksanakan secara fokus, sistematik dan menarik, kelembagaan yang tidak mendukung serta tidak dipayungi oleh rencana strategis. Singapura dan George Town adalah dua wilayah yang dijadikan sebagai benchmarking atas kisah sukses yang dilakukan oleh kedua wilayah tersebut menggunakan city branding untuk menarik kunjungan wisatawan. Dari hasil Uji AC2ID untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) dalam kinerja city branding diketahui bahwa city branding Kota Medan telah kehilangan esensinya sebagai sebuah brand, hal fundamental untuk membedakan Kota Medan dengan kompetitor-nya. Sebuah city branding harus jujur sehingga communicated identiy sesuai dengan actual identity. Terhadap hasil penelitian ini, diharapkan Kota Medan perlu segera melakukan tindakan inovatif terhadap city branding tersebut, jika tidak ingin Kota Medan akan mengalami krisis identitas di masa yang akan datang. Sebaliknya Peneliti yakin bahwa Kota Medan memiliki potensi besar menjadi sebuah brand yang dikendalikan oleh Pemerintah Kota dengan fokus pada keterlibatan stakeholder dan pebaikan lingkungan secara fisik. Kata Kunci: City Branding, Wisatawan, Investasi, Test AC2ID, Actual Identity, Conceived Identity, Communicated Identity, Ideal Identity, Desired Identity, Brand Awareness, Kuliner, Heritage

Marketing places as a popular approach and essential instruments to strengthen the region's economy and global competitiveness are growing rapidly in the last decade. The concept of marketing places will rely heavily on how to build, communicate and manage the image of a city. Therefore, the object of city marketing is the city image will eventually be a starting point in developing a city branding. Since January 2012, the city of Medan is one of region in Indonesia that use the marketing approach through city branding: This is Medan. A logo representing the brand along with the characteristics of the population which welcome visitors and are expected to provide benefits as its philosophical to attract tourists, value of investment or relocation of people to settle in the city of Medan. This study aims to explore how the performance of city branding to the flow of tourist arrivals and the value of investments in Medan by using a quantitative approach and sharpened with the results of the qualitative analysis. The result is that the average tourist arrivals after city branding greater than the average tourist arrivals before the city branding, while the average value of an investment before and after the city branding is not significantly different. This is the basis to state that the performance of Medan city branding is still not optimal. Some of the causes that constrain the performance of city branding have been identified, among others, the brand is still weak due to not fully represent the potential, which does not involve the creation process stakeholders, not implemented in focus, systematic and interesting, lack of institutional support and are not guided within a strategic plan. Singapore and George Town are the two areas which serve as benchmarking and success stories carried by the two regions using city branding to attract tourists. Using the AC2ID test to identify gaps in the performance of city branding. The result is the city of Medan has lost its essence as a brand, to distinguish fundamental Medan with its competitors. A city branding to be honest so communicated identiy in accordance with actual identity. Against these results, it is expected the city of Medan need to immediately take action against the city branding is innovative, if it does not want Medan got an identity crisis in the future. Instead, researcher believe that Medan has great potential into a brand that is controlled by the city government with a focus on stakeholder involvement and physical environment improvement. If this is implemented, it will create a trust (external) and ownership (internal) for the city of Medan. Key Words: City Branding, Tourists, Investment, Test AC2ID, Actual Identity, Conceived Identity, Communicated Identity, Ideal Identity, Desired Identity, Brand Awareness, Cuisine, Heritage

Kata Kunci : City Branding, Wisatawan, Investasi, Test AC2ID, Actual Identity, Conceived Identity, Communicated Identity, Ideal Identity, Desired Identity, Brand Awareness, Kuliner, Heritage; City Branding, Tourists, Investment, Test AC2ID, Actual Identity, Conceived


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.