Laporkan Masalah

Patofisiologis Hepar dan Ren Tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Wistar dengan Pra Perlakuan Ekstrak Akuosa Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens Linn.) terhadap Bisa Ular Kobra (Naja sputatrix Boie, 1827)

IKHSAN FAUZI WIRYAWAN, Laksmindra Fitria, S.Si.,M.Si.

2014 | Skripsi | BIOLOGI

Kasus gigitan ular berbisa di Indonesia masih cukup tinggi terutama di kalangan petani sawah dan petani perkebunan. Pengobatan yang mahal akibat gigitan bisa ular, membuat kalangan petani yang termasuk masyarakat kelas menengah bawah memilih pengobatan tradisional untuk mengobati akibat gigitan ular. Salah satu pengobatan tradisional untuk kasus gigitan ular berbisa adalah menggunakan ekstrak kacang koro benguk (Mucuna pruriens Linn.). Ekstrak kacang koro benguk ini digunakan sebagai obat oral prophylatic untuk pengobatan gigitan ular berbisa. Penelitian ini bertujuan mempelajari aktivitas alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST) dan kreatinin tikus putih galur Wistar (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) dengan pra perlakuan ekstrak kacang koro benguk (Mucuna pruriens Linn.) terhadap bisa ular kobra (Naja sputatrix Boie, 1827). Uji pendahuluan telah dilakukan untuk menentukan dosis sublethal bisa ular kobra dan diperoleh dosis sublethal sebesar 500x pengenceran dengan dosis injeksi 0,1 mL. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol plasebo; injeksi ekstrak kacang koro benguk; pra perlakuan dengan injeksi ekstrak kacang koro benguk + bisa ular kobra; injeksi bisa ular kobra. Data dianalisis uji kuantitatif menggunakan One Way ANAVA kemudian dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95% (signifikansi 5%) dan uji kualitatif berupa hasil pengamatan preparat hepar dan ren untuk menentukan ada atau tidaknya perubahan struktur histologis. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kacang koro benguk mampu mempertahankan aktivitas alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST) dan kreatinin tikus putih dalam kisaran normal. Pengamatan struktur histologis hepar dan ren menunjukkan terjadinya perubahan struktur histologis yaitu terjadinya pelebaran sinusoid, hepatosit mengalami cloudy swelling menuju tahap degenerasi hidropik, dan sel tubulus ginjal mengalami kariolisis dalam jumlah sedikit.

Venomous snake bite cases in Indonesia quite high especially among rice farmers and plantation workers. The costly treatment of venomous snake bites, made the farmers including lower middle class people to choose traditional medicine to treat snake bites. One of the traditional medicine to cure venomous snake bites is by using velvet bean extract (Mucuna pruriens Linn.). This velvet bean extract used as traditional prophylatic oral medicine to treat snakebites. The purpose of this research to study activity of alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST) and creatinine in albino Wistar rats (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) by using velvet bean aquadest extract (Mucuna pruriens Linn.) against cobra venom (Naja sputatrix Boie, 1827). Preliminary test was conducted to determine the sublethal dose of cobra venom and cobra venom obtained by 500x dilution with dose of injection 0,1 mL. The tested animals were divided into 4 groups: control placebo; injection velvet bean extract; velvet bean extract + cobra venom; injection of cobra venom. The analysis of data uses One Way ANOVA followed Duncan Multiple Range Test (DMRT) with trust level 95% (significancy 5%) and qualitative test to determine structure change in liver and kidney. The results showed the velvet bean extract can maintain the activity of alanine aminotransferase (ALT), aspartate aminotransferase (AST) and creatinine in albino Wistar rats within normal range. Observation histological structure of liver and kidney showed histological changes there enlargement in cinusoid, cloudy swelling in hepatocyte, and karyolisis in tubule cell of kidney.

Kata Kunci : kacang koro benguk, bisa ular kobra, ALT, AST, kreatinin/ velvet bean, cobra venom, ALT, AST, creatinine


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.